Bukan Cuma Aldi dan Fenny Asal Bekasi, Ternyata 58 Pasangan Pengantin Jadi Korban WO Marwah di Jaktim
Pasutri korban penipuan WO Marwah Catering
Fenny mengaku pertama kali mengenal WO Marwah melalui promosi di media sosial Instagram. Setelah melihat berbagai paket pernikahan yang ditawarkan, ia dan pasangannya memutuskan menggunakan jasa WO tersebut dan melakukan pembayaran uang muka.
Kepercayaan mereka semakin besar setelah mengikuti sejumlah tahapan persiapan pernikahan yang digelar pihak WO, mulai dari sesi test food, pemilihan vendor, fitting busana pengantin hingga pertemuan teknis menjelang hari pernikahan.
Namun masalah mulai terungkap ketika pihak gedung tempat resepsi menghubungi pasangan tersebut dan menyampaikan bahwa biaya sewa gedung ternyata belum dilunasi oleh pihak WO.
Kantor WO Mendadak Kosong Jelang Hari Pernikahan
Kecurigaan Aldi dan Fenny semakin kuat setelah pihak WO sulit dihubungi. Berbagai upaya komunikasi yang dilakukan tidak mendapat respons. Puncaknya terjadi sehari sebelum acara pernikahan.
Saat mendatangi kantor WO yang berada di kawasan Jakarta Garden City (JGC), mereka mendapati lokasi tersebut sudah kosong tanpa aktivitas. Kondisi itu membuat pasangan tersebut panik karena seluruh pembayaran telah dilunasi sejak awal April 2026.
Mereka kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan penipuan WO Marwah. Polisi juga membuka peluang adanya tambahan korban mengingat jumlah pasangan yang telah teridentifikasi terus bertambah.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat memilih jasa wedding organizer. Calon pengantin disarankan melakukan pengecekan legalitas perusahaan, rekam jejak vendor, hingga memastikan seluruh transaksi terdokumentasi dengan baik sebelum melakukan pelunasan.
Dengan total 58 pasangan yang diduga menjadi korban dan kerugian miliaran rupiah, kasus WO Marwah menjadi salah satu dugaan penipuan wedding organizer terbesar yang pernah terungkap di wilayah Jakarta Timur.