Bisnis . 01/06/2026, 11:30 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari dunia energi tanah air tepat pada peralihan bulan ini. PT Pertamina (Persero) secara resmi merombak seluruh struktur harga bahan bakar minyak nonsubsidi mereka per 1 Juni 2026.
Langkah mendadak ini tentu langsung memicu perbincangan hangat di kalangan pemilik kendaraan pribadi dan pelaku usaha transportasi. Anda yang mengandalkan bahan bakar diesel berkualitas tinggi bisa sedikit bernapas lega melihat tren terbaru ini.
Berdasarkan informasi valid dari laman resmi Pertamina yang terbit di Jakarta, manajemen memutuskan untuk memotong harga varian solar nonsubsidi secara signifikan. Penurunan harga BBM jenis solar di wilayah Jabodetabek ini bahkan mencatatkan angka yang sangat lumayan jika kita bandingkan dengan periode Mei lalu.
Kini, Anda tidak perlu lagi merogoh kocek terlalu dalam untuk mengisi tangki kendaraan diesel kesayangan. Penyesuaian ini langsung memotong harga pasaran dua produk unggulan milik perusahaan pelat merah tersebut secara serentak.
Produk Dexlite (CN 51) mencatatkan penurunan paling bombastis dari awalnya Rp26.000 per liter pada Mei 2026 menjadi hanya Rp23.000 per liter. Penurunan masif sebesar Rp3.000 per liter ini tentu menjadi angin segar yang sangat dinantikan oleh para pengusaha logistik.
Tidak mau ketinggalan, varian premium Pertamina Dex (CN 53) juga ikut merosot ke angka Rp24.800 per liter dari banderol sebelumnya yang mencapai Rp27.900 per liter. Penurunan ini menjadi bukti nyata fluktuasi pasar energi global yang sedang bergerak dinamis.
Namun, nasib berbalik justru menimpa Anda yang sering mengonsumsi bahan bakar berspesifikasi tinggi untuk mesin bensin modern. Pertamina justru mengerek naik banderol salah satu produk andalan mereka yang menyasar segmen kendaraan mewah.
BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) kembali mengalami lonjakan yang cukup menguras dompet para pecintanya. Harga varian beroktan tinggi ini merangkak naik ke angka Rp20.750 per liter, setelah sebelumnya sempat bertahan di level Rp19.900 per liter pada Mei.
Kebijakan penyesuaian harga ini bukan tanpa dasar yang jelas dari pihak manajemen perusahaan. Pertamina mengambil langkah berani ini demi mematuhi regulasi ketat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
"Penyesuaian harga tersebut dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020," tulis Pertamina dalam rilis resminya.
Aturan tersebut mengikat penuh tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar. Semua produk yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum wajib mengikuti kalkulasi berkala tersebut.
Bagi Anda kaum mendang-mending yang setia menggunakan varian bensin harian, ada kabar gembira yang patut disyukuri. Pertamina memutuskan untuk tetap menahan harga Pertamax (RON 92) di level Rp12.300 per liter agar tidak membebani masyarakat luas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media