PELEMAHAN RUPIAH HARI INI: Kurs Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS!!
Pelemahan rupiah hari ini makin parah! Nilai tukar rupiah anjlok ke Rp17.966 per dolar AS akibat blokade Selat Hormuz dan inflasi dalam negeri.
Tekanan terhadap pergerakan mata uang garuda semakin berat akibat buruknya rilis data perekonomian dari dalam negeri. Badan Pusat Statistik mencatat angka inflasi Mei 2026 meroket hingga 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).
Angka kenaikan harga barang ini melonjak signifikan jika Anda bandingkan dengan inflasi April 2026 yang hanya sebesar 0,13 persen. Lonjakan laju inflasi domestik ini bersumber dari gejolak harga pangan (volatile food), sektor energi, harga yang diatur pemerintah, serta efek pelemahan rupiah.
Surplus Neraca Perdagangan Menyempit Tajam, Ketahanan Eksternal Terancam
Indonesia sebenarnya masih mencatat hasil positif berupa surplus neraca perdagangan sebesar 89,1 juta dolar AS pada April 2026. Catatan apik ini sekaligus memperpanjang rekor tren surplus perdagangan nasional selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 lalu.
Data BPS menunjukkan bahwa performa perdagangan nonmigas menyumbang surplus terbesar dengan catatan angka mencapai 3,53 miliar dolar AS. Meski demikian, Ibrahim memberikan catatan kritis bahwa secara statistik nilai surplus perdagangan tersebut sejatinya telah menyempit sangat tajam.
Prediksi Kurs Rupiah Besok: Bersiap Hadapi Tekanan Hingga Rp18.030!
Penyempitan surplus ini menggarisbawahi adanya tekanan berat pada tingkat daya beli masyarakat serta ketahanan ekonomi eksternal Indonesia. Ketidakjelasan penutupan Selat Hormuz oleh militer Iran menjadi faktor penahan laju ekspor impor nasional ke depan.
Untuk perdagangan hari Kamis, 4 Juni 2026 besok, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak sangat fluktuatif. Nilai tukar mata uang garuda berpotensi melemah lebih dalam dan bergerak pada kisaran sensitif Rp17.960 hingga Rp18.030 per dolar AS. (*)