News . 04/06/2026, 07:22 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Ringkasan :
fin.co.id - Pemerintah terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi seluruh jemaah haji, termasuk memastikan kenyamanan dan keselamatan mereka selama menunaikan ibadah di Tanah Suci. Namun, takdir Illahi tak bisa terelakkan. Sebanyak tiga warga Kota Bekasi harus berpulang ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa di tengah pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Kepergian mereka tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Merespons kabar duka ini, Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi langsung bergerak cepat. Pihak kementerian tidak tinggal diam, melainkan menunjukkan empati mendalam dengan memberikan pendampingan serta melakukan takziah kepada keluarga jamaah yang wafat. Langkah ini diambil untuk memberikan dukungan moral dan memastikan seluruh proses penanganan pasca-ibadah haji berjalan dengan baik, tanpa meninggalkan kewajiban agama dan kemanusiaan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, Rian Fauzi, membeberkan informasi terkini mengenai identitas dan kronologi singkat wafatnya ketiga jamaah tersebut. Menurutnya, dari total tiga jamaah yang berpulang di Tanah Suci, terdapat dua skenario berbeda.
"Untuk jamaah haji asal Kota Bekasi ada tiga jamaah yang meninggal di Tanah Suci," ungkap Rian Fauzi kepada awak media, Rabu (3/6/2026).
Ia melanjutkan, "Dua jamaah telah melaksanakan seluruh rangkaian ibadah hajinya, sementara satu jamaah meninggal di Madinah sebelum Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina)."
Data yang dihimpun oleh Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi mengidentifikasi para jamaah yang wafat. Jamaah pertama adalah Arif Nugroho Basuki, berusia 58 tahun, berasal dari Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara. Arif menghembuskan napas terakhirnya di Madinah, sebelum rangkaian ibadah Armuzna dimulai. Kabar duka ini dilaporkan oleh Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, pada hari yang sama.
Selanjutnya, jamaah kedua adalah Matrodji Mardjuki, seorang pria berusia 65 tahun, yang merupakan warga Pondok Ungu, Kecamatan Medan Satria. Matrodji wafat di Mina, salah satu lokasi penting dalam rangkaian ibadah haji.
Sementara itu, jamaah ketiga adalah M. Suwarman, berusia 67 tahun, yang tinggal di Perumahan Pondok Cipta, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat. M. Suwarman meninggal dunia di hotel tempatnya menginap di Makkah, setelah seluruh rangkaian ibadah Armuzna selesai dilaksanakan.
Tentu saja, kehilangan orang terkasih saat menunaikan ibadah suci menjadi pukulan berat bagi keluarga yang ditinggalkan. Menyadari hal ini, Kementerian Agama Kota Bekasi menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah duka tersebut.
Rian Fauzi menegaskan, pihaknya telah menindaklanjuti dengan melakukan takziah kepada keluarga jamaah yang meninggal dunia. "Ini kami lakukan sebagai bentuk rasa empati kepada para jamaah haji, terutama kepada keluarga jamaah yang meninggal dunia di Tanah Suci. Kami juga sudah melakukan takziah kepada keluarga yang ditinggalkan," jelasnya.
Upaya pendampingan tidak berhenti hanya pada kunjungan takziah. Kementerian Agama Kota Bekasi juga aktif berkoordinasi terkait kepulangan jamaah haji lainnya yang masih berada di Arab Saudi. Koordinasi ini mencakup pula keluarga dari jamaah yang telah wafat, memastikan mereka mendapatkan dukungan penuh selama masa transisi kepulangan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media