News . 05/06/2026, 21:21 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Kabar super hot datang dari proyek infrastruktur raksasa yang bakal memangkas waktu tempuh kamu menuju ibu kota secara signifikan. Kamu yang sering terjebak macet dari arah Bandung menuju Jakarta wajib menyimak progres terbaru dari jalur bebas hambatan premium ini.
PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) bergerak cepat memasuki fase akhir pengerjaan jalur krusial yang sudah lama dinantikan masyarakat luas. Sembari mengejar target operasional penuh, pengembang jalan tol ini juga melakukan aksi penyelamatan lingkungan yang sangat vital bagi warga lokal.
Otoritas kini memprioritaskan penyelesaian Paket 3 yang menjadi bagian paling panjang dari seluruh rangkaian megaproyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan. Jalur ini membentang megah mulai dari wilayah Sukabungah di Kabupaten Bekasi hingga menembus kawasan Sadang di Purwakarta.
Panjang bentangan Paket 3 ini mencapai 31,25 kilometer, atau memakan porsi separuh dari total panjang keseluruhan proyek tol yang menyentuh 62 kilometer. Jalur masa depan ini nantinya akan mengintegrasikan mobilitas masyarakat secara instan dari Jati Asih Kota Bekasi sampai ke Sadang.
"Hingga pekan pertama Juni 2026, progres telah mencapai 95 persen. Untuk ruas jalannya sendiri sudah selesai, hanya ada beberapa pekerjaan penyempurnaan. Termasuk retaining wall yang masuk dalam lima persen pekerjaan yang kini sedang diselesaikan," kata Pimpinan Proyek Paket 3 PT JJS, Shibgatullah Mahmuda, di Kabupaten Bekasi.
Konstruksi tembok penahan tanah atau retaining wall ini lahir sebagai respons cepat atas usulan darurat dari warga Kampung Citaman, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Penduduk setempat sempat didera kepanikan luar biasa mengenai ancaman pergeseran tanah akibat aktivitas alat berat.
Warga sangat mengkhawatirkan kelestarian mata air Citaman yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Beruntung, pihak manajemen langsung mengeksekusi pembangunan empat sisi dinding pelindung setinggi delapan meter yang ditargetkan rampung akhir tahun ini.
"Retaining wall ada empat sisi yaitu A, B, C dan D dengan ketinggian delapan meter. Saat ini yang sudah selesai dikerjakan sisi B, C dan D. Sisi A sedang tahap pengerjaan," ucap Shibgatullah menerangkan progres fisik di lapangan.
Otoritas juga menunjukkan komitmen lingkungan yang sangat tinggi dengan merombak ulang cetak biru konstruksi awal di area sensitif tersebut. Manajemen membatalkan rencana pembangunan jembatan setelah melalui kajian teknis yang mendalam demi menghindari efek buruk pengeboran bumi.
Sebagai gantinya, perusahaan sukses memasang empat kotak gorong-gorong beton atau box culvert raksasa yang masing-masing berukuran 8x6 meter. Langkah taktis ini terbukti ampuh mencegah kebocoran material lumpur yang berpotensi merusak dan mencemari ekosistem air bersih milik masyarakat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media