Tol Japek Selatan Paket 3 Nyaris Rampung, Jasa Marga Amankan Mata Air Citaman dari Ancaman Longsor!
Proyek Tol Japek Selatan Paket 3 raih progres 95%, Jasa Marga bangun retaining wall 8 meter amankan mata air Citaman Karawang.
"Awalnya justru yang direkomendasikan itu jembatan, namun kami kaji kembali. Kalau bangun jembatan khawatir memutus mata air karena ada pengeboran. Lalu ketika dibor khawatir ada material lumpur bisa mencemari mata air, jadi kami ubah. Pembangunan dinding penahan tanah dan box culvert juga merupakan persetujuan dari dinas terkait maupun BBWS," jelasnya secara rinci.
Petani Jangan Takut, Kontraktor Wajib Tanggung Jawab Penuh
Selain masalah air bersih, masyarakat juga sempat menyampaikan kegelisahan mereka mengenai nasib keberlanjutan area persawahan di sekitar proyek. Menanggapi hal itu, manajemen menjamin bahwa hak-hak petani akan tetap terlindungi melalui klausul kontrak kerja yang sangat ketat.
Pihak Jasa Marga meminta warga tidak ragu untuk langsung mendatangi dan menyampaikan aspirasi mereka kepada tim kontraktor di lapangan. Perusahaan berkomitmen meminimalkan segala dampak negatif agar kehadiran jalan tol ini tidak merugikan sektor pertanian lokal.
"Karena dalam klausul kontrak kerja tercantum agar kontraktor menangani dampak yang terjadi. Sehingga warga silakan dapat menyampaikan pada kontraktor. Kami pun mendorong kontraktor untuk terus berkoordinasi dengan warga," tutur Shibgatullah menenangkan masyarakat.
Solusi Ampuh Pengurai Macet Horor Bandung-Jakarta
Sebagai informasi untuk kamu, jalur Paket 3 ini sebenarnya sudah sering memberikan kontribusi besar saat momen krusial melanda jalan tol eksisting. Otoritas telah membuka jalur ini secara fungsional dalam beberapa musim mudik lebaran terakhir untuk memecah kepadatan kendaraan.
Sembari menyempurnakan Paket 3, korporasi juga terus mengebut pengerjaan Paket 2 ruas Sukabungah-Setu sepanjang 22,1 kilometer termasuk Simpang Susun Burangkeng yang terkoneksi ke JORR 2. Paket 1 ruas Setu-Jati Asih sepanjang 9,3 kilometer juga terus dipacu demi mewujudkan konektivitas mutakhir yang utuh. (*)