Bisnis . 06/06/2026, 14:06 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Di kawasan Asia, sejumlah negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan India juga mencatat penurunan impor minyak selama Februari hingga April 2026.
Bahkan, aktivitas pengolahan minyak mentah di China turun 5,8 persen secara tahunan menjadi 13,35 juta barel per hari, level terendah dalam hampir empat tahun terakhir.
Secara teori, penurunan harga minyak mentah dapat memberikan ruang bagi penyesuaian harga BBM ke arah yang lebih rendah, terutama untuk BBM non-subsidi yang mengikuti pergerakan harga pasar internasional.
Namun, penetapan harga BBM di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia.
Faktor lain seperti nilai tukar rupiah, biaya distribusi, kebijakan pemerintah, serta kondisi fiskal nasional juga menjadi pertimbangan penting.
Meski demikian, tren penurunan ICP menjadi sinyal positif yang berpotensi meringankan tekanan biaya energi dalam negeri apabila tren pelemahan harga minyak dunia berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah dunia pada Mei 2026 dibandingkan April 2026:
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar energi global guna menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.
Dengan tren harga minyak yang sedang melemah, masyarakat kini menantikan apakah penurunan harga minyak mentah tersebut akan berdampak langsung pada harga BBM di Indonesia dalam waktu dekat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media