News . 07/06/2026, 13:33 WIB

23.470 Buruh Jadi Korban PHK Sejak Januari hingga Mei, Gelombang PHK Masih Berlanjut

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

Ditambah lagi, kondisi nilai tukar rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat turut memperparah situasi.

Pelemahan rupiah membuat harga barang-barang impor menjadi semakin mahal.

Bagi perusahaan yang memiliki utang dalam mata uang asing, beban mereka pun semakin berat.

Selain masalah ekonomi internal, ancaman dari luar negeri juga tak kalah pelik.

Konflik yang berkecamuk di kawasan Timur Tengah dilaporkan telah mengganggu kelancaran rantai distribusi global.

Gangguan ini bisa berupa keterlambatan pengiriman, kenaikan biaya logistik, bahkan kelangkaan pasokan.

Akibatnya, proses produksi di dalam negeri pun terhambat, yang pada akhirnya bisa berujung pada pengurangan tenaga kerja.

Dari seluruh sektor ekonomi, industri manufaktur diprediksi akan menjadi yang paling merasakan pukulan telak dari berbagai tekanan ini.

Sektor ini memang sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global, biaya impor, dan kelancaran rantai pasok.

Oleh karena itu, para pekerja di sektor manufaktur perlu lebih waspada terhadap potensi ancaman PHK di masa mendatang.

Pemerintah dan pelaku usaha perlu segera duduk bersama mencari solusi konkret untuk menahan laju PHK ini agar tidak semakin meluas.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com