23.470 Buruh Jadi Korban PHK Sejak Januari hingga Mei, Gelombang PHK Masih Berlanjut
Tampak lengang, suasana di depan PT Victory Chingluh Indonesia yang dikabarkan melakukan PHK Massal. (rfh)
Di tengah kabar penurunan angka PHK, rupanya ancaman gelombang PHK tambahan masih membayang-bayangi.
Lembaga riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memberikan proyeksi yang cukup mengkhawatirkan.
Menurut CORE, potensi gelombang PHK baru bisa saja menyasar ribuan pekerja lagi.
Mereka memproyeksikan angka ini berkisar antara 15,3 ribu hingga 20,3 ribu pekerja.
Wah, angka yang tidak sedikit! Ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan para pelaku usaha.
Apa yang membuat CORE Indonesia begitu pesimis?
Ternyata, kondisi ini terjadi sebagai akibat dari semakin beratnya tekanan yang dihadapi oleh dunia usaha saat ini.
Banyak faktor yang saling terkait dan memberikan beban ekstra bagi kelangsungan bisnis di Indonesia.
Faktor-Faktor Pemicu PHK: Impor Mahal, Rupiah Loyo, dan Rantai Pasok Terganggu
Salah satu penyebab utama kekhawatiran gelombang PHK lanjutan adalah lonjakan biaya impor bahan baku.
Banyak industri di Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan bahan mentah dari luar negeri.
Ketika harga impor melonjak, biaya produksi pun ikut terkerek naik drastis.
Hal ini membuat perusahaan kesulitan untuk mempertahankan margin keuntungan mereka.