Senin, 08 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Ekonomi Global Membara Akibat Konflik Timur Tengah, Asing Kabur Massal dan Rupiah Ambles Tembus Rp18.000!

SN
Tim Redaksi
07/06/2026, 17:25 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Ekonomi Global Membara Akibat Konflik Timur Tengah, Asing Kabur Massal dan Rupiah Ambles Tembus Rp18.000!

Logo Ashmore

Sentimen dari dalam negeri tidak kalah panas setelah DPR resmi mengesahkan undang-undang baru yang memperluas tugas pokok bank sentral tanah air. Mandat Bank Indonesia kini tidak hanya mengurusi stabilitas inflasi dan nilai tukar saja, melainkan wajib mendorong pertumbuhan sektor riil dan lapangan kerja.

Perubahan regulasi ini langsung memicu perdebatan panas di kalangan pelaku pasar modal karena khawatir bisa mengintervensi independensi Bank Indonesia dalam mengambil kebijakan. Investor kini memilih sikap wait and see demi menunggu kejelasan implementasi aturan tersebut agar kredibilitas pasar tetap terjaga.

"Perkembangan yang lebih signifikan pekan ini datang dari pasar domestik Indonesia, terutama terkait sejumlah kebijakan baru yang memicu ketidakpastian. Meski kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian dalam jangka panjang, investor masih mencermati risiko yang mungkin muncul, terutama terkait independensi bank sentral," tulis PT Ashmore Asset Management Indonesia dalam laporan Weekly Commentary.

Advertisement

Belanja Negara Bengkak, Defisit Fiskal APBN Menyentuh Angka Rp180 Triliun

Kondisi keuangan negara juga mendapat sorotan tajam setelah rilis data realisasi APBN hingga bulan Mei 2026 memperlihatkan lonjakan pengeluaran. Pendapatan negara memang masih mampu tumbuh kuat sebesar 19,1% jika kita hitung secara tahunan (year-on-year/yoy).

Namun, belanja negara justru membengkak jauh lebih cepat dengan catatan pertumbuhan melesat hingga menyentuh angka 34,4% secara tahunan. Ketimpangan pertumbuhan ini menghasilkan defisit anggaran sebesar Rp180 triliun atau setara dengan 0,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Rupiah Keok di Atas Rp18.000 per Dolar AS, Imbal Hasil SRBI Naik Keras

Sentimen yang paling ditakuti oleh pasar akhirnya terjadi setelah mata uang rupiah loyo dan terkulai lemas di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Otoritas moneter langsung bergerak cepat meredam pelemahan mata uang garuda ini dengan menaikkan imbal hasil SRBI di atas angka 7%.

Pada lelang teranyar, rata-rata tertimbang imbal hasil instrumen investasi ini sukses menyentuh level 7,21% demi menarik minat modal asing masuk. Walaupun total penawaran yang dimenangkan pemerintah hanya Rp30 triliun, langkah ini diharapkan bisa menjadi jangkar penyelamat nilai tukar rupiah ke depan.

"Pergerakan rupiah ke depan masih menjadi perhatian utama pasar dan mempertegas pentingnya pemulihan kredibilitas kebijakan ekonomi. Di tengah tingginya volatilitas, valuasi aset Indonesia yang telah mengalami koreksi signifikan dinilai mulai menarik untuk akumulasi jangka panjang. Namun, strategi diversifikasi portofolio tetap menjadi langkah penting untuk mengelola risiko di tengah ketiapastian yang masih tinggi," papar Ashmore memberikan rekomendasi strategi portofolio.

Meskipun situasi pasar modal saat ini dipenuhi ketegangan, penurunan harga saham justru membuka peluang emas bagi kamu untuk mulai mencicil aset murah. Pastikan kamu selalu melakukan diversifikasi investasi ke berbagai instrumen aman demi meminimalkan risiko benturan ekonomi global yang sedang membara. (*)

Bagikan Artikel
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi