Selasa, 09 Juni 2026
--°C --
-- · --
Bisnis

Kiamat Pasar Keuangan Asia Hari Ini: IHSG Ambruk ke Level Terendah 5 Tahun dan Rupiah Jeblok Rp18.190!

SN
Tim Redaksi
08/06/2026, 22:02 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Kiamat Pasar Keuangan Asia Hari Ini: IHSG Ambruk ke Level Terendah 5 Tahun dan Rupiah Jeblok Rp18.190!

Pasar keuangan Asia membara! IHSG jatuh ke level terendah 5 tahun, KOSPI anjlok 8,3%, dan rupiah cetak rekor terburuk Rp18.190 per dolar AS hari ini.

fin.co.id - Kabar darurat yang sangat mencekam resmi menghantam seluruh isi dompet dan portofolio investasi kamu tanpa ampun pada perdagangan hari ini. Kamu yang masih menyimpan aset di pasar modal atau mengoleksi mata uang domestik wajib bersiap menghadapi badai likuiditas yang sangat mengerikan.

Aksi jual massal (global sell-off) melanda bursa saham negara berkembang atau emerging market Asia hingga terbenam sangat dalam di zona merah yang mengerikan. Kehancuran sistemik ini memaksa para pengelola dana kakap untuk menarik uang mereka secepat mungkin demi mengamankan modal yang tersisa.

Bursa Indonesia Masuk Zona Bahaya, IHSG Jatuh Bebas Terpangkas 4 Persen lebih

Indonesia menjadi sorotan utama dan pusat kepanikan para pemodal internasional setelah lantai bursa domestik mengalami pendarahan yang sangat hebat. Indeks Harga Saham Gambungan (IHSG) langsung ambruk lebih dari 4% dan terlempar ke level terendah sejak November 2020 silam.

Advertisement

Akumulasi kejatuhan indeks kebanggaan tanah air sepanjang tahun berjalan ini sungguh bikin merinding karena sudah terpangkas melebihi angka 37%. Guncangan keras pada kepercayaan investor ini otomatis memicu kepanikan luar biasa di kalangan pelaku pasar modal dalam negeri.

Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah! Rupiah Loyo Terkapar Menuju Rp18.190 per Dolar AS

Tekanan di pasar saham langsung merembet ke sektor nilai tukar hingga membuat mata uang garuda kehabisan darah di hadapan sang perkasa greenback. Mata uang rupiah terjun bebas dan mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah dalam perdagangan hari ini pada level Rp18.190 per dolar AS.

Kondisi pasar obligasi juga tidak kalah menegangkan setelah imbal hasil (yield) surat utang pemerintah tenor 10 tahun melonjak keras ke level 7,142%. Lonjakan yield ke titik tertinggi dalam 14 bulan terakhir ini menjadi bukti nyata bahwa investor asing sedang melepas aset Indonesia secara masif.

Kebijakan Fiskal Memburuk dan Isu Independensi Bank Sentral Jadi Pemicu Utama

Rupiah secara tragis resmi menyandang predikat sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di seluruh kawasan Asia sepanjang tahun ini. Para penanam modal global mulai meragukan prospek ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini akibat menumpuknya sentimen negatif dari dalam negeri.

Kepercayaan pasar hancur akibat kekhawatiran memburuknya kondisi fiskal negara, perubahan kebijakan ekspor komoditas, hingga rencana peninjauan kelayakan investasi oleh indeks MSCI. Risiko adanya intervensi politik terhadap independensi bank sentral juga membuat para pemodal enggan menahan aset mereka lebih lama.

Kiamat Saham Teknologi AI Sengat Korea Selatan dan Taiwan Hingga Babak Belur

Rapor merah membara ini diperparah oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang rilis Jumat lalu dengan hasil yang jauh melampaui ekspektasi pasar. Data tersebut langsung memicu spekulasi kuat bahwa bank sentral The Federal Reserve bakal kembali menaikkan suku bunga acuan mereka.

Advertisement

Dampaknya, reli panjang saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya perkasa langsung kehilangan bensin dan berbalik arah menjadi aksi jual brutal. Indeks KOSPI Korea Selatan hancur lebur dengan kejatuhan ekstrem 8,3% sementara bursa saham Taiwan sempat ambles hingga 6% dalam sehari.

Bagikan Artikel
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi