Bisnis . 09/06/2026, 22:03 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Manajemen menegaskan bahwa investasi jumbo senilai Rp4,7 triliun tidak hanya habis untuk membangun tembok pabrik dan membeli mesin-mesin berteknologi tinggi. Alokasi dana dalam jumlah besar juga mengalir deras untuk menyokong ekosistem penelitian dan pengembangan (R&D) di berbagai daerah.
Perusahaan farmasi ini aktif menjalin kerja sama strategis dengan berbagai perguruan tinggi negeri, laboratorium independen, serta institusi riset terkemuka. Kolaborasi multi-sektor ini bertujuan melahirkan formula inovasi medis terbaru yang adaptif dan sesuai dengan karakteristik kebutuhan klinis masyarakat Indonesia.
Pihak manajemen menilai bahwa posisi geografis dan jumlah populasi Indonesia merupakan aset yang sangat seksi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Mereka meyakini tanah air memiliki potensi paling besar untuk memimpin pasar produk kesehatan di kawasan regional Asia Tenggara.
Melalui aliran modal yang berkelanjutan ini, korporasi berkomitmen penuh mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan kemandirian industri farmasi nasional. Bagi kamu para pelaku industri, pastikan kamu ikut ambil bagian dalam ekosistem bernilai miliaran dolar ini sebelum pasar dikuasai sepenuhnya oleh pemain asing! (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media