News . 10/06/2026, 17:56 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Apa lagi yang membuat publik begitu percaya pada rezim Prabowo-Gibran? Jawabannya terletak pada komitmen kuat mereka dalam memberantas korupsi. Survei membuktikan, 68,8 persen responden yakin penuh bahwa pemerintahan ini bekerja maksimal dalam upaya antikorupsi.
Tak hanya itu, 62,5 persen responden juga percaya bahwa penegakan hukum di bawah kepemimpinan Prabowo berjalan dengan adil. Fadhli menyoroti kasus pencopotan dan penangkapan Kepala serta dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional oleh Kejaksaan Agung sebagai bukti nyata ketegasan pemerintah.
"Publik sangat percaya pemerintahan Prabowo-Gibran punya komitmen yang besar dalam pemberantasan korupsi," tegasnya.
Ia melanjutkan, "Apalagi dengan kasus terakhir, dimana Kepala dan dua (2) Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dicopot dan dicokok Kejaksaan Agung. Ini jadi pertanda bahwa Presiden Prabowo tidak pandang bulu dalam pemberantasan korupsi."
Di tengah hiruk pikuk politik, isu reshuffle kabinet ternyata tidak terlalu mendesak bagi mayoritas publik. Hanya 48,1 persen responden yang setuju reshuffle segera dilakukan, sementara 32,1 persen justru menolaknya. Ini bisa diartikan sebagai sinyal kepercayaan agar kabinet yang ada terus bekerja lebih optimal.
Dan ini yang paling menarik: program-program unggulan pasangan Prabowo-Gibran, yang seringkali menuai perdebatan di media sosial, ternyata mendapat sambutan positif luar biasa di dunia nyata. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) didukung oleh 71,5 persen responden. Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tak kalah memikat dengan dukungan 75,6 persen responden. Yang paling mencengangkan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) meraih dukungan fantastis sebesar 93,3 persen responden!
"Tidak seperti di sosial media yang riuh dengan pesimisme, di dunia nyata, mayoritas publik justru mendukung program-program unggulan Prabowo-Gibran," ujar Fadhli, menyoroti jurang pemisah antara opini publik di media sosial dan kenyataan.
Ia melanjutkan, "Statistik surveinya bahkan sangat menarik dan membanggakan."
Meski begitu, program CKG masih membutuhkan sosialisasi lebih intensif, sementara program MBG dan KDKMP perlu perbaikan dalam tata kelola organisasi. Namun, pesan utamanya jelas: program unggulan ini harus terus berjalan, sesuai harapan mayoritas publik.
Dalam potret elektabilitas calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres), Prabowo Subianto masih tak terbendung. Ia memimpin daftar Capres terpopuler dengan angka 96,6 persen. Popularitas ini berbanding lurus dengan elektabilitasnya yang juga memimpin.
"Kita tidak bisa menolak kenyataan ini. Dalam situasi yang mungkin tidak menguntungkan ini, Prabowo Subianto justru masih menjadi Calon Presiden terkuat dengan popularitas dan elektabilitas tertinggi. Ini tentu karena kepercayaan rakyat kepada Presiden Prabowo," ujar Fadhli.
Namun, peta persaingan calon wakil presiden (Cawapres) menunjukkan dinamika menarik. Dedi Mulyadi (KDM) justru memimpin elektabilitas Cawapres dengan 23,9 persen, mengungguli Gibran Rakabuming yang berada di angka 13,7 persen. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyusul di urutan kedua dengan 13,8 persen.
"Dengan elektabilitas yang cukup besar, KDM dan AHY bisa menjadi kuda hitam dalam opsi pencalonan Cawapres di Pilpres mendatang. Ini harus jadi early warning bagi mas Gibran," kata Fadhli, memberikan catatan strategis.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media