News . 11/06/2026, 18:03 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Kabar paling hot buat kamu para pelaku industri pangan dan pemburu peluang bisnis hijau di tanah air. Satu lompatan teknologi luar biasa baru saja terjadi di pusat lumbung padi Jawa Barat yang bakal merubah total peta efisiensi operasional sektor agraria nasional.
Sistem pengairan konvensional yang mahal dan boros energi kini resmi berganti menjadi ekosistem digital berbasis energi bersih yang jauh lebih mandiri. Kamu wajib menyimak inovasi mutakhir ini karena implementasinya terbukti mampu menekan pengeluaran produksi harian para petani lokal secara signifikan.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan, Institut Teknologi PLN (ITPLN) bergerak agresif memimpin modernisasi sektor pangan. Civitas akademika sukses meluncurkan program electrifying agriculture alias pertanian berbasis listrik mutakhir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Inovasi besar ini berfokus pada sistem pengairan lahan sawah memanfaatkan instalasi ramah lingkungan berupa pembangkit listrik tenaga surya. Langkah taktis ini menjadi jawaban jitu untuk melepaskan ketergantungan petani dari bahan bakar fosil yang harganya kian mencekik leher.
Para ahli teknik memasang sistem pintar ini secara khusus di Desa Ciwulan dan Desa Pulosari, Kecamatan Telagasari. Keunggulan instalasi ini terletak pada kombinasi peranti penangkap surya yang terintegrasi langsung dengan unit penyimpanan energi berskala besar.
Tim perancang menyematkan sistem pengendalian motor khusus agar pasokan daya listrik menuju mesin penyedot air tetap berjalan stabil sepanjang hari. Petani tidak perlu khawatir lagi pasokan air terhenti saat cuaca mendadak mendung karena perangkat memiliki cadangan energi cadangan.
"Petani memperoleh sumber energi yang lebih bersih sekaligus pasokan yang lebih stabil untuk mengoperasikan pompa irigasi," ujar Ketua Tim PKM ITPLN, Meyhart Bangkit Sitorus dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Meyhart menjelaskan secara mendalam mengenai mekanisme mekanis canggih yang bekerja di balik layar fasilitas pengairan modern tersebut. Energi matahari yang melimpah pada siang hari tidak langsung dihabiskan seluruhnya oleh mesin penyedot air di lapangan.
Perangkat solar charge controller berbasis Maximum Power Point Tracking (MPPT) mengatur arus listrik searah (DC) dari panel berkapasitas 5 kilowatt peak (kWp). Arus tersebut kemudian mengalir untuk mengisi daya baterai sebelum inverter mengubahnya menjadi arus bolak-balik (AC) untuk menggerakkan mesin.
Sektor penggerak pompa juga mendapatkan sentuhan mekanis jempolan lewat penyematan komponen Variable Frequency Drive (VFD) berkualitas tinggi. Tim ITPLN melakukan peningkatan kapasitas peranti VFD ini secara masif dari ukuran awal 5,5 kilowatt menjadi 10 kilowatt.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media