News . 11/06/2026, 07:45 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Pemerintah kini tengah mengkaji penyesuaian tarif pada beberapa rute tertentu.
Salah satu rute yang menjadi sorotan adalah Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Tarif rute ini saat ini hanya Rp 3.500, padahal penumpang bisa langsung menuju bandara dengan membawa koper.
Bandingkan dengan opsi lain!
Tarif Damri saja bisa mencapai Rp 80.000, sementara taksi bisa menyentuh angka Rp 200.000.
"Kalau kemudian 3.500 untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup, maka yang begitulah akan ada penyesuaian," jelas Pramono.
Meskipun ada penyesuaian tarif di beberapa rute, Pramono Anung menegaskan bahwa subsidi untuk Transjabodetabek tetap akan ada.
Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan matang.
Tujuan utamanya adalah untuk terus mendorong masyarakat agar beralih menggunakan transportasi publik.
Hal ini sangat penting mengingat setiap harinya, diperkirakan sekitar 3,5 hingga 4 juta orang masuk ke Jakarta untuk bekerja.
Jika mereka semua menggunakan kendaraan pribadi, sudah terbayang betapa parahnya kemacetan yang akan terjadi.
Pemprov DKI Jakarta juga ikut menanggung biaya perawatan halte yang berada di luar wilayah Jakarta, yang semakin menambah beban subsidi.
"Prinsipnya, pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali," tegas Pramono.
Penyesuaian tarif ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih seimbang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media