Demo Mahasiswa Tolak MBG di Bundaran HI, BEM UI Kerahkan 1000 Mahasiswa
Ribuan Mahasiswa Turun, Bawa 5 Tuntutan Kritis
Di balik potensi kemacetan yang akan ditimbulkan, ada pesan kuat yang ingin disampaikan oleh para mahasiswa.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, memastikan bahwa aksi demonstrasi bertajuk 'Menuju Indonesia Bangkrut' ini akan tetap digelar.
"Jumlah mahasiswa sekitar 1000 ke atas ya," ungkap Yatalathof, memberikan gambaran skala aksi yang akan mereka gelar.
Mereka tidak main-main.
Ribuan mahasiswa akan turun ke jalan untuk menyuarakan suara hati rakyat.
Yatalathof menekankan bahwa kemacetan lalu lintas yang terjadi hanyalah fenomena sementara.
Menurutnya, ini hanyalah "bayi" dari masalah yang jauh lebih besar.
"Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok (hari ini) hanya berlangsung beberapa jam.
Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri," tegasnya.
Pernyataan ini menyiratkan kekecewaan mendalam terhadap kondisi bangsa.
Mereka melihat adanya kemacetan yang lebih fundamental, seperti macetnya kesempatan kerja dan masa depan bangsa yang terancam.
Untuk itu, BEM UI membawa lima tuntutan krusial yang mereka harap didengar oleh pemerintah.
Kelima tuntutan tersebut adalah:
- Stop Pemborosan APBN: Mereka mendesak agar anggaran negara tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak produktif.
- Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM: Kenaikan harga sembako dan bahan bakar minyak memberatkan rakyat kecil.
- Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih: Program-program ini dinilai tidak efektif atau bahkan merugikan.
- Hentikan Militerisme di Ranah Sipil: Mereka menolak campur tangan militer dalam urusan sipil.
- Prabowo Berhenti Mengelak dan Akui Kesalahan Pemerintah: Tuntutan agar pemerintah mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi.