News . 12/06/2026, 13:18 WIB

Krisis Air Melanda 59 Desa di Karawang, Penyebabnya Bukan El Nino Tapi Irigasi Rusak!

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

Para petani di lapangan merasakan langsung dampak buruknya.

Mereka sangat bergantung pada sistem irigasi yang andal demi menjaga kelangsungan panen dan kesejahteraan mereka.

Langkah Cepat Pemerintah: Solusi Jangka Pendek dan Jangka Panjang Siap Dijalankan

Menyadari skala keprihatinan situasi ini, pemerintah daerah Kabupaten Karawang mengambil tindakan responsif.

Mereka segera merancang dan mengimplementasikan langkah-langkah strategis untuk meredam dampak kekeringan yang kian meluas.

Untuk penanganan darurat jangka pendek, DPKP mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia.

Tujuannya, memastikan kebutuhan air di lahan pertanian tetap terpenuhi semaksimal mungkin.

“Solusi jangka pendek yang kami lakukan adalah sistem pompanisasi menggunakan alat yang tersedia,” jelas Mahmud.

Teknik pompanisasi ini menjadi semacam pertolongan pertama bagi lahan pertanian yang dilanda kehausan ekstrem.

Dengan memompa air dari sumber-sumber air terdekat yang masih ada, tim gabungan berjuang keras agar tanaman padi tetap bertahan hidup.

Harapannya, kegagalan panen dapat dicegah dan kerugian petani dapat diminimalkan.

Namun, solusi jangka pendek ini bersifat sementara dan hanya sebagai penanggulangan darurat.

Demi mengatasi akar masalah secara tuntas dan berkelanjutan, pemerintah daerah tengah merancang solusi jangka panjang yang komprehensif.

Upaya ini melibatkan koordinasi intensif dengan unit kerja yang membidangi prasarana.

Sasaran utamanya adalah mendorong realisasi perbaikan saluran irigasi yang rusak berat.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com