Jumat, 12 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Krisis Air Melanda 59 Desa di Karawang, Penyebabnya Bukan El Nino Tapi Irigasi Rusak!

GW
Tim Redaksi
12/06/2026, 13:18 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Krisis Air Melanda 59 Desa di Karawang, Penyebabnya Bukan El Nino Tapi Irigasi Rusak!

Ilustrasi Sawah Kekeringan

fin.co.id - Situasi kritis tengah menyelimuti Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan petani.

Kekeringan parah kini melanda 59 desa yang tersebar di 13 kecamatan di wilayah tersebut.

Lahan persawahan yang seharusnya hijau membentang kini mulai terlihat kering kerontang.

Kondisi ini bukan sekadar dampak kemarau biasa, melainkan ancaman serius terhadap pasokan pangan daerah.

Advertisement

Yang lebih mengejutkan, penyebab utama musibah ini bukanlah fenomena alam dahsyat seperti El Nino atau kemarau panjang yang tak terkendali.

Fakta lapangan mengungkap bahwa akar masalahnya terletak pada rusaknya sejumlah saluran irigasi sekunder vital.

Kerusakan infrastruktur krusial inilah yang menghambat pasokan air, elemen terpenting bagi kelangsungan hidup tanaman padi.

Fokus pada Akar Masalah: Infrastruktur Irigasi yang Rusak Jadi Biang Kerok

Mahmud, Kepala Bidang Sarana di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Karawang, memberikan klarifikasi gamblang mengenai sumber persoalan ini.

Menurutnya, kekeringan yang melanda lahan pertanian tidak disebabkan oleh anomali cuaca ekstrem.

“Lahan sawah yang terdampak kekeringan berada di 59 desa dari 13 kecamatan,” ungkap Mahmud.

“Penyebabnya bukan El Nino, tetapi karena saluran sekunder yang mengalami kerusakan sehingga pasokan air ke sawah terganggu,” tegasnya pada Kamis (11/6).

Pernyataan ini menyoroti adanya masalah struktural mendesak yang perlu segera diatasi.

Advertisement

Kerusakan pada saluran irigasi sekunder ibarat sumbatan pada arteries vital sistem pengairan pertanian.

Air yang seharusnya mengalir lancar untuk mengairi sawah, kini terhenti atau bahkan tidak pernah sampai ke tujuan.

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi