Bisnis . 14/06/2026, 20:22 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Dengan stok saat ini mencapai 5,3 juta ton, dan kemampuan gudang milik Bulog yang mencapai 3 juta ton, pemerintah telah mengambil langkah proaktif dengan menyewa tambahan kapasitas gudang sebesar 2,3 juta ton.
Ini adalah angka tertinggi yang pernah dicapai sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia dalam hal penyerapan dan penyimpanan stok beras.
Bahkan, pencapaian produksi beras Indonesia mendapatkan pengakuan internasional.
Laporan Rice Outlook May 2026 yang dirilis oleh United States Department of Agriculture (USDA) menyoroti peningkatan produksi beras global sebesar 1,5 juta ton pada periode 2025-2026.
Angka produksi global naik dari 541,3 juta ton menjadi 542,8 juta ton.
Di antara negara-negara yang mengalami peningkatan signifikan, Indonesia disebut sebagai salah satu yang terdepan, sejajar dengan Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.
Namun, ada fakta menarik yang membedakan Indonesia.
Jika dibandingkan dengan ketiga negara tersebut, hanya Indonesia yang mampu mencatatkan total produksi beras dalam setahun mencapai lebih dari 30 juta ton.
Sebagai perbandingan, Nigeria hanya mampu memproduksi 5,9 juta ton, Pantai Gading 1,7 juta ton, dan Vietnam 26,2 juta ton.
Angka-angka ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen beras terbesar di dunia.
Melihat kondisi stok yang sangat aman, Amran memberikan peringatan keras kepada seluruh pelaku usaha, terutama pedagang beras.
Beliau meminta agar tidak ada lagi upaya mempermainkan harga beras di pasar.
Ketersediaan stok nasional saat ini benar-benar mencukupi, sehingga tidak ada alasan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media