News . 14/06/2026, 09:40 WIB

Subsidi BBM Menguras APBN, Saatnya Alihkan Anggaran ke Transportasi Publik!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

Kebijakan pemberian insentif Rp 5 juta untuk pembelian sepeda motor listrik secara umum dinilai kurang memberikan dampak yang luas. Anggaran jumbo tersebut akan jauh lebih bermanfaat jika dialihkan sebagai stimulus pemda untuk membenahi transportasi massal.

Pemerintah wajib mengoreksi wilayah sasaran bantuan kendaraan ramah lingkungan agar asas keadilan sosial dapat terpenuhi. Prioritas insentif ini sebaiknya mengarah kepada masyarakat di pulau-pulau kecil serta kawasan 3TP yang mengalami kendala pasokan energi.

Belajar dari Kesuksesan Mandiri Kabupaten Asmat

Pola transisi energi alternatif yang sukses bukan lagi sekadar teori di atas kertas bagi masyarakat pedalaman. Kabupaten Asmat telah membuktikan keberhasilan nyata dalam mengatasi keterbatasan akses energi fosil sejak tahun 2007.

Warga setempat secara mandiri menjadikan sepeda motor bertenaga setrum sebagai pilar utama mobilitas lokal selama dua dekade terakhir. Solusi cerdas ini terbukti mampu memotong ketergantungan wilayah terhadap pasokan bahan bakar minyak dari luar daerah.

Tarif Gratis Menanti Kelompok Masyarakat Rentan

Penataan sistem angkutan umum yang prima akan membuka peluang pemberian fasilitas tarif murah bahkan gratis secara masif. Kebijakan populis ini akan langsung menyasar kelompok produktif seperti pelajar, mahasiswa, buruh, guru, hingga lansia dan disabilitas.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat menegaskan pentingnya langkah revolusioner ini secara langsung kepada publik.

"Transportasi umum bukan sekadar alat mobilisasi, melainkan jaring pengaman ekonomi bagi masyarakat," ujar Djoko Setijowarno mengingatkan pentingnya urgensi pengalihan dana ini.

Langkah strategis ini secara otomatis akan mengubah peran angkutan umum menjadi instrumen proteksi finansial yang kokoh bagi warga negara. Efisiensi fiskal yang tercipta juga akan meredam risiko aksi unjuk rasa akibat kenaikan harga energi komoditas dunia. (*)

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com