News . 15/06/2026, 09:03 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Pertama, mahasiswa berkumpul di Jalan Medan Merdeka Selatan depan Istana Kepresidenan lalu depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia.
Posisi ini sangat strategis dan selalu menjadi pusat perhatian setiap ada pergerakan massa besar.
Kedua, massa juga memadati area Jalan Kwitang Raya.
Kehadiran ribuan demonstran di dua area ini jelas berpotensi mengganggu aktivitas lalu lintas.
Menghadapi potensi kemacetan parah, polisi memastikan adanya rekayasa lalu lintas.
Namun, sifatnya adalah situasional.
Artinya, penyesuaian arus kendaraan akan dilakukan berdasarkan perkembangan jumlah massa di lapangan.
"Terkait rekayasa lalu lintas, sifatnya situasional dengan mempertimbangkan jumlah massa di lapangan," jelas Iptu Erlyn.
Ini berarti pengendara harus siap dengan kemungkinan penutupan jalan mendadak atau pengalihan arus.
Kondisi ini mengingatkan kembali pada pekan sebelumnya, di mana aksi serupa juga pernah terjadi.
Beberapa titik di Jakarta, seperti Jalan M.H Thamrin yang mengarah ke Bundaran Hotel Indonesia, juga sempat menjadi lokasi unjuk rasa mahasiswa.
Peristiwa ini menegaskan bahwa tuntutan mahasiswa terus bergulir dan berpotensi muncul kapan saja.
Polisi tidak hanya bersiap dengan kekuatan personel.
Mereka juga telah memetakan sejumlah langkah antisipasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media