News . 15/06/2026, 18:03 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Tingginya angka pengangguran menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi ini.
Mereka prihatin melihat banyaknya pemuda-pemudi, baik lulusan baru maupun yang sudah beberapa tahun lulus, masih kesulitan mencari pekerjaan.
Selain itu, program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menjadi perhatian serius.
Mahasiswa menilai program ini belum berjalan optimal.
Mereka menemukan adanya beberapa lokasi SPPG yang berdekatan, sehingga penyerapan penerima manfaat belum maksimal.
Hal ini menunjukkan adanya celah dalam implementasi program yang seharusnya membantu masyarakat.
Masalah pengelolaan sampah yang belum terselesaikan juga menjadi daftar panjang persoalan di Kota Bekasi.
Pemerintah daerah diharapkan segera mencari solusi konkret untuk mengatasi masalah sampah yang terus menumpuk.
Kemiskinan yang masih tinggi juga menjadi keprihatinan mendalam bagi para mahasiswa.
Mereka menuntut pemerintah untuk lebih serius dalam menangani akar masalah kemiskinan di Kota Bekasi.
Setelah menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa, perwakilan mahasiswa akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berdialog.
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, didampingi sejumlah anggota dewan lainnya, menerima perwakilan massa untuk melakukan audiensi.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memaparkan secara rinci seluruh tuntutan dan aspirasi yang mereka bawa.
Mereka berharap audiensi ini menjadi langkah awal untuk menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi Kota Bekasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media