Geruduk DPRD Kota Bekasi Mahasiswa Teriakan 13 Tuntutan Mendesak
Ilustrasi demo mahasiswa
fin.co.id - Jalanan di depan Gedung DPRD Kota Bekasi berubah tegang pada Senin siang, 15 Juni 2026.
Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi menggerakkan ratusan kadernya untuk menyuarakan aspirasi mereka secara lantang.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB ini mendapat pengawalan ketat dari personel gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP.
Para mahasiswa ini datang membawa segudang persoalan, baik yang berskala nasional maupun yang secara spesifik membebani warga Kota Bekasi.
Mereka menilai, pemerintah dan legislatif terkesan abai terhadap isu-isu krusial yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ketegangan sempat mewarnai aksi ketika massa berupaya mendobrak masuk ke dalam Gedung DPRD.
Tak hanya itu, aksi blokade jalan yang dilakukan demonstran sontak melumpuhkan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Akibatnya, satu ruas jalan terpaksa ditutup, memaksa kendaraan dialihkan ke jalur berlawanan, menciptakan kemacetan parah.
Koordinator aksi, Ahmad Dhani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 13 tuntutan mendasar.
Menurutnya, tuntutan tersebut mencakup berbagai dampak dari kebijakan nasional yang berimbas langsung ke masyarakat.
"Salah satunya berkaitan dengan dampak berbagai kebijakan nasional, seperti isu BBM, MBG, dan sejumlah persoalan lainnya," jelas Ahmad di lokasi aksi.
Ia menambahkan, Kota Bekasi kini tengah bergulat dengan berbagai permasalahan serius yang membutuhkan solusi segera.
"Kota Bekasi hari ini sedang tidak baik-baik saja. Banyak persoalan yang harus segera ditangani agar tidak berdampak lebih buruk bagi masyarakat," tegasnya.
Permasalahan Lokal Kota Bekasi Mengemuka
Para mahasiswa tidak hanya menyuarakan isu makro, tetapi juga masalah-masalah lokal yang meresahkan.