Bisnis . 15/06/2026, 16:15 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Kabar gempar datang dari sektor pangan nasional yang bakal bikin kamu terkejut sekaligus iri dengan keuntungan para produsen beras saat ini. Siapa sangka, komoditas pangan lokal justru mencetak rekor baru yang membuat pundi-pundi rupiah para pekerja ladang semakin menebal.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang membawa angin segar mengenai lonjakan nilai jual hasil tani di Jawa Barat. Saat ini, harga gabah kering panen meroket sangat tinggi hingga berhasil mengalahkan standar ketetapan yang berlaku di instansi plat merah.
Berdasarkan laporan valid dari para petugas penyuluh di lapangan, nilai tukar komoditas padi ini bergerak sangat agresif dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini, harga gabah kering panen di berbagai wilayah lumbung padi tersebut sukses menyentuh angka Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram.
Lonjakan ini otomatis menggeser angka penjualan sebelumnya yang tertahan di level Rp7.000 per kilogram. Hebatnya lagi, nilai pasar tersebut jauh melampaui harga pembelian pemerintah atau ketentuan Bulog yang hanya mematok angka Rp6.500 per kilogram.
"Ini kabar bagus bagi petani. Semoga dapat meningkatkan pendapatan mereka dari hasil panen," ujar Kabid Sarana Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang, Mahmud, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin, 15 Juni 2026.
Anomali pasar yang sangat menguntungkan ini tergolong langka dan menjadi momentum emas bagi para pemilik lahan di daerah penyangga ibu kota. Biasanya, hukum ekonomi akan membuat nilai jual barang anjlok seketika saat barang melimpah di pasaran.
Namun, kondisi kali ini justru berbalik arah 180 derajat karena minat pasar tetap tinggi walaupun pasokan gabah dari hasil panen cukup melimpah. Mahmud menegaskan bahwa situasi unik ini menjadi berkah tersendiri karena langsung mendongkrak kesejahteraan finansial para petani lokal.
Fenomena panen raya berskala masif saat ini tengah melanda sejumlah wilayah strategis di Kabupaten Karawang secara bersamaan. Jutaan ton beras berkualitas tinggi siap membanjiri pasar domestik guna mengamankan stok pangan masyarakat.
Pemerintah daerah mencatat Kecamatan Batujaya memimpin urutan teratas dengan total luas areal sawah siap petik mencapai 3.251 hektare. Langkah panen besar-besaran ini kemudian menyusul di Kecamatan Pedes yang memiliki lahan produktif seluas 2.000 hektare.
Geliat ekonomi dari sektor agraris ini juga terlihat jelas pada wilayah Jayakerta yang mengelola luasan lahan aktif sebesar 1.685 hektare. Tidak ketinggalan, para petani di Kecamatan Cilebar juga mulai mengarit padi di atas area seluas 1.500 hektare.
Dua wilayah lain yang ikut mengamankan pasokan pangan ini adalah Kecamatan Kutawaluya sebesar 1.303 hektare dan Kecamatan Rawamerta sekitar 1.200 hektare. Total kumulatif dari wilayah-wilayah ini memastikan perputaran uang tunai di tingkat pedesaan bergerak sangat cepat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media