News . 15/06/2026, 20:46 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Ancaman krisis pangan akibat cuaca ekstrem kini sedang menghantui salah satu wilayah penyangga pangan terbesar di Jawa Barat. Kamu yang peduli dengan stabilitas harga beras wajib memantau pergerakan cepat pemerintah daerah ini agar terhindar dari kelangkaan pasokan karbohidrat utama.
Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak kilat mengeksekusi strategi mitigasi kekeringan lahan pertanian demi menyelamatkan ratusan ribu ton padi. Langkah antisipasi dini ini menjadi pelindung utama untuk mencegah fenomena puso atau gagal panen massal yang bisa merugikan ekonomi para petani lokal.
Meskipun petugas lapangan belum menerima laporan resmi mengenai kerusakan tanaman, otoritas terkait enggan kecolongan oleh sengatan musim kemarau. Pemerintah langsung memperketat pengawasan di zona-zona hijau yang memiliki risiko tinggi mengalami penurunan debit air irigasi.
Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, mengonfirmasi titik-titik rawan yang masuk dalam radar pemantauan intensif. Langkah pemetaan ini krusial untuk mengamankan keberlangsungan hajat hidup para pelaku usaha tani.
"Meski belum ada laporan kekeringan maupun puso namun upaya mitigasi harus terus diperkuat sebagai upaya pencegahan. Kami petakan wilayah rawan kekeringan terutama di Kecamatan Tambelang, Sukatani, Cabangbungin, Sukawangi dan Sukakarya," kata Dodo Hadi Triwardoyo di Cikarang, Senin, 15 Juni 2026.
Strategi pengamanan pangan berlanjut dengan melakukan pendataan total terhadap ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di seluruh wilayah. Pemerintah daerah memprioritaskan kesiapan unit mesin pompa air untuk mengantisipasi menyusutnya aliran sungai utama.
Petugas di lapangan juga mengidentifikasi sumber air potensial serta melakukan pendataan jaringan sumur bor yang masih berfungsi normal. Tim teknis siap memobilisasi sarana pompanisasi ini secara massal ke area persawahan yang mulai retak akibat kekurangan pasokan hidran.
Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi tidak bekerja sendirian dalam menghadapi tantangan alam yang berat pada periode kemarau tahun ini. Pihaknya langsung membangun komunikasi intensif dengan kementerian pusat hingga kelompok tani di tingkat desa.
Otoritas berkoordinasi erat dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT) II, Kementerian Pertanian, serta Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat. Sinergi ini memastikan pembagian debit air mengalir secara adil dan merata ke seluruh petak sawah warga.
"Hasil koordinasi ditindaklanjuti dengan perbaikan saluran irigasi, penguatan tanggul serta pengaturan distribusi air agar kebutuhan petani tetap terpenuhi selama musim kemarau," ujar Dodo menjelaskan aksi nyata di lapangan.
Pemerintah daerah juga mendesak para pemilik lahan untuk mengubah strategi bercocok tanam dengan mengganti jenis benih yang biasa mereka gunakan. Penggunaan varietas padi yang toleran terhadap cuaca panas ekstrim menjadi solusi jitu bertahan di tengah paceklik air.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media