News . 15/06/2026, 20:11 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Gejolak ekonomi global yang tidak menentu membuat stabilitas finansial dalam negeri menjadi pertaruhan yang sangat besar bagi masa depan bangsa. Kamu yang peduli dengan nasib pelaku usaha mikro wajib mencermati pergerakan terbaru dari aliansi mahasiswa terbesar di tanah air ini.
Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama atau BEM PTNU Se-Nusantara baru saja mengeluarkan peringatan keras mengenai arah pembangunan nasional. Mereka menegaskan bahwa kerukunan antarwarga menjadi syarat mutlak jika Indonesia ingin membangun fondasi keuangan domestik yang tangguh dan tahan krisis.
Isu krusial ini mencuat dalam agenda Dialog dan Konsolidasi BEM PTNU Se-Nusantara yang berlangsung di ibu kota pada hari Minggu, 15 Juni 2026. Pertemuan tingkat tinggi ini mengusung tema besar "Merawat Persatuan, Mengawal Konstitusi: Telaah Implementasi Pasal 33 UUD 1945 di Tengah Dinamika Bangsa".
Sebanyak 40-an mahasiswa perwakilan dari berbagai universitas berbasis NU di wilayah Jakarta memadati ruang diskusi tersebut dengan antusiasme tinggi. Forum ilmiah ini sengaja dirancang sebagai pusat konsolidasi untuk membedah tantangan ketahanan pangan, energi, serta kedaulatan ekonomi masyarakat.
Perkembangan peta politik dan dinamika sosial akhir-akhir ini menuntut respons cepat dari kalangan intelektual muda agar tidak memicu polarisasi. Aliansi mahasiswa mengingatkan bahwa perpecahan di ruang publik hanya akan merugikan iklim bisnis dan memicu pelarian modal asing.
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha'ur Rifqi, menjabarkan korelasi kuat antara ketenteraman wilayah dengan kemakmuran finansial warga. Tanpa adanya jaminan keamanan yang pasti, para investor tentu akan berpikir dua kali untuk menanamkan modal mereka di Indonesia.
"Persatuan bukan hanya kebutuhan sosial dan politik, tetapi juga kebutuhan ekonomi. Investasi, pembangunan, pertumbuhan UMKM, hingga kesejahteraan masyarakat membutuhkan stabilitas dan kebersamaan. Karena itu, menjaga persatuan bangsa merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi nasional," ujar Achmad Baha'ur Rifqi.
Melalui rilis pernyataan sikap resmi, organisasi kemahasiswaan ini mendesak para pengambil kebijakan untuk mengembalikan kiblat pembangunan sesuai amanat konstitusi. Hasil dari kemajuan industri manufaktur maupun digital harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat kelas bawah secara merata.
Fasilitas keuangan dan kemudahan akses pasar wajib memprioritaskan kelompok rentan seperti para petani, nelayan, buruh, hingga pelaku industri kreatif. Generasi muda juga membutuhkan kepastian lapangan kerja yang adil agar tidak terjebak dalam lingkaran kemiskinan struktural.
Kemandirian finansial negara hanya akan tercipta jika masyarakat lokal memegang kendali penuh atas perputaran roda produksi di daerah masing-masing. Oleh sebab itu, penguatan sektor ekonomi kerakyatan harus menyasar pada unit usaha paling bawah seperti koperasi.
Optimalisasi potensi ekonomi pesantren juga dinilai mampu menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan warga di sekitar lingkungan keagamaan. BEM PTNU meminta negara memberikan ruang yang adil agar pengusaha lokal tidak tergilas oleh dominasi korporasi raksasa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media