Bisnis . 16/06/2026, 13:45 WIB

Dolar Ngamuk hingga Geopolitik Memanas! Ekonomi Kabupaten Bekasi Ambyar atau Aman?

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Kondisi ekonomi global saat ini sedang berada dalam fase yang sangat menegangkan akibat lonjakan kurs dolar Amerika Serikat. Tekanan luar biasa ini makin diperparah oleh dinamika politik internasional yang terus bergejolak dan tidak menentu.

Banyak pihak khawatir badai finansial global ini akan langsung merembet dan merusak tatanan ekonomi di tingkat daerah. Namun, Pemerintah Kabupaten Bekasi membawa kabar mengejutkan yang wajib Anda ketahui agar tidak panik berlebihan.

Daya Beli Warga Bekasi Masih Kuat Menahan Badai Global

Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan stabilitas ekonomi makro di wilayahnya masih bertahan dengan sangat kokoh hingga saat ini. Laju inflasi domestik terbukti masih berada pada level yang aman serta sangat terkendali oleh pemerintah daerah.

Kabar baik ini menjadi angin segar di tengah ketakutan masyarakat akan potensi jatuhnya daya beli akibat krisis global. Otoritas terkait memastikan bahwa aktivitas konsumsi warga lokal belum terganggu secara ekstrem oleh situasi luar negeri.

"Hasil pendataan terkonfirmasi bahwa daya beli masyarakat masih berada dalam zona aman, meskipun sejumlah komoditas pangan utama sedang mengalami lonjakan harga," kata Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Helmi Yenti.

Berdasarkan parameter Indeks Perkembangan Harga atau IPH pada sepekan sebelumnya, posisi Kabupaten Bekasi menempati urutan delapan di Jawa Barat. Wilayah ini mencatatkan angka inflasi sebesar 1,56 persen yang tergolong masih sangat rendah.

Angka ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga pasar domestik di Kabupaten Bekasi masih berada di bawah ambang batas kedaruratan. Helmi Yenti menegaskan jika IPH masih di bawah 1,58, maka range tersebut tidak berpengaruh buruk pada dompet warga.

Daftar Harga Bahan Pokok Meroket di Pasar Tradisional Bekasi

Meskipun kondisi makro aman, Anda tetap harus waspada karena sejumlah komoditas bahan pokok sudah mulai mengalami kenaikan harga. Pemantauan langsung di lapangan menunjukkan lonjakan harga ini terjadi di beberapa pasar rakyat utama.

Kenaikan harga yang cukup signifikan menimpa komoditas penting seperti daging sapi, bawang merah, bawang putih, hingga cabai merah keriting. Bahkan, harga cabai rawit merah di beberapa titik terpantau sudah melonjak sangat tinggi.

Pasar tradisional seperti Pasar Cikarang, Pasar Cibarusah, dan Pasar Serang mencatatkan pergerakan harga yang sudah melebihi Harga Eceran Tertinggi. Fenomena ini tentu menuntut strategi belanja yang lebih cerdas dari para ibu rumah tangga.

Lonjakan harga pangan ini dipicu oleh dua faktor utama yang terjadi secara bersamaan di sektor hulu dan hilir. Faktor tersebut adalah hambatan rantai pasok lokal untuk hortikultura dan meroketnya biaya operasional sektor peternakan.

Biaya Operasional Melejit Bikin Harga Daging Sapi Ugal-ugalan

Masalah biaya operasional di tingkat hulu ini menjadi alasan utama mengapa harga daging sapi di pasar tradisional langsung melambung. Konsumen harus merogoh kocek lebih dalam karena harganya kini menembus Rp135.000 hingga Rp150.000 per kilogram.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com