News . 16/06/2026, 14:01 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Program intervensi gizi ini tidak main-main.
Berdasarkan pemetaan data terbaru, ada 5.521 anak di Kabupaten Karawang yang masuk dalam daftar intervensi prioritas stunting.
Pemkab Karawang menargetkan setiap anak yang terindikasi stunting akan mendapatkan asupan protein minimal dua butir telur setiap harinya.
Ini di luar program bantuan pangan lainnya yang mungkin sudah berjalan.
Untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat dan transparan, seluruh donasi dari pihak swasta disalurkan melalui Baznas Karawang.
Baznas Karawang bertugas penuh memetakan distribusi telur ini hingga ke wilayah-wilayah yang paling rawan stunting.
Tujuannya jelas: memastikan tidak ada anak yang terlewat.
Selain dukungan dari dunia usaha, Bupati Aep juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran camat, Tim Penggerak PKK, dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang bergerak swadaya.
Beberapa kecamatan, seperti Kotabaru, bahkan dilaporkan menggunakan dana pribadi para pegawainya untuk mempercepat penyaluran bantuan ini.
"Jadi semuanya berperan, dari perusahaan, swasta, termasuk sumbangan pribadi ASN Karawang," tegas Bupati Aep.
Di tengah euforia penggalangan dana dan distribusi bantuan, Bupati Aep mengingatkan pentingnya akurasi data.
Ia meminta Dinas Kesehatan untuk benar-benar mengutamakan pendataan yang akurat.
Menurutnya, lebih baik angka stunting terlihat meningkat karena pemeriksaan yang lebih menyeluruh, daripada terkesan turun padahal banyak kasus terlewat.
"Saya juga enggak apa-apa kalau angkanya naik," ujar Bupati Aep.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media