News . 17/06/2026, 11:55 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Bencana alam dahsyat melanda Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni.
Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang berbagai wilayah, meninggalkan jejak kehancuran yang memilukan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat lebih dari 800 rumah warga rusak parah akibat guncangan hebat ini.
Sungguh pukulan telak bagi masyarakat yang kini harus berjuang bangkit dari keterpurukan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulawesi Tengah, Andi Sembiring, mengungkapkan betapa mengerikannya dampak gempa ini.
Khususnya di Kabupaten Sigi, tercatat sebanyak 800 unit rumah mengalami kerusakan.
Rinciannya mencengangkan: 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah lainnya rusak berat.
Bayangkan saja, ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal mereka dalam sekejap.
Namun, bukan hanya rumah warga yang menjadi korban.
Dua unit kantor dilaporkan rusak, menambah daftar panjang kehancuran.
Fasilitas keagamaan pun tak luput dari amukan gempa, dengan 15 sarana ibadah mengalami kerusakan.
Satu unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga tak mampu bertahan.
Bahkan, sebuah jembatan penghubung vital antara Desa Kamora B dan Desa Tongoa ikut hancur lebur.
Pendataan sementara menunjukkan wilayah lain juga tak lepas dari cakupan kerusakan.
Kabupaten Parigi Moutong mencatat 37 unit rumah terdampak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media