Lifestyle . 19/06/2026, 07:02 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Rutin membaca Surat Al Kahfi diyakini menjadi sebab meninggal dalam kondisi husnul khatimah.
Ayat-ayatnya mampu menenangkan pikiran, mengurangi kecemasan, dan memberikan rasa damai.
Selain pahala, membaca surat ini juga menjadi jalan penghapus dosa-dosa kecil.
Kisah Ashabul Kahfi, Nabi Musa, dan Dzulqarnain mengajarkan nilai iman, sabar, dan tawakal.
Membaca Surat Al Kahfi dianjurkan pada dua waktu utama:
Anjuran ini sesuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءِ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
Man qara’a sūratal-kahfi fī yaumil-jumu‘ati sata‘a lahu nūrun min tahti qadamihi ilā ‘anānis-samā’i yudī’u lahu yaumal-qiyāmati wa ghufira lahu mā bainal-jumu‘atain.
Artinya: "Barang siapa yang membaca Surat Al Kahfi pada hari Jum'at, maka akan dipancarkan cahaya dari bawah kakinya hingga ke langit, yang akan meneranginya pada hari kiamat, dan dosa-dosanya di antara dua Jum'at diampuni." (HR Ibnu Umar).
Keutamaan membaca di waktu tersebut adalah mendapatkan cahaya yang akan menerangi kehidupan hingga hari kiamat serta pengampunan dosa di antara dua Jumat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media