Sabtu, 27 Juni 2026
--°C --
-- · --
Bisnis

Hutama Karya Buktikan Inovasi Konstruksi Indonesia di Panggung Dunia!

SN
Tim Redaksi
26/06/2026, 10:12 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Hutama Karya Buktikan Inovasi Konstruksi Indonesia di Panggung Dunia!

Berkat visualisasi yang dihadirkan oleh BIM, penempatan lokasi penyimpanan material, area penyangga, hingga zona untuk limbah dan material yang masih bisa didaur ulang menjadi jauh lebih jelas dan tertata rapi. Gambaran digital ini kemudian diwujudkan dalam bentuk yang sangat konkret di lapangan, mulai dari denah cetak, label di setiap zona, hingga papan informasi yang mudah diakses.

Pendekatan ini luar biasa! Para pekerja tidak hanya menerima instruksi, tetapi mereka kini memiliki panduan visual yang super membantu. Mereka tahu persis ke mana material harus ditempatkan, dari mana material harus diambil, dan bagaimana limbah harus dipilah dengan benar. Dampaknya sangat nyata terlihat: waktu pencarian material menjadi jauh lebih singkat, jarak perpindahan material berkurang drastis, kasus material salah tempat menurun tajam, dan identifikasi material yang masih bisa digunakan kembali menjadi lebih efisien.

Studi ini membuktikan bahwa BIM bukan sekadar alat desain belaka. Ia bertransformasi menjadi bahasa visual yang ampuh, menjembatani rencana digital yang kompleks dengan perilaku kerja harian di lapangan yang lebih tertata dan produktif.

Optimasi Logistik dan Penguatan Rantai Pasok

Selain dua riset unggulan tersebut, Hutama Karya juga memaparkan kajian krusial di bidang logistik. Mereka menguji coba penggunaan algoritma machine learning canggih, seperti CatBoost, LightGBM, dan XGBoost. Pengujian ini bertujuan untuk memprediksi performa logistik dan membantu optimalisasi alokasi sumber daya secara lebih cerdas.

Pendekatan ini menjadi sangat vital karena pengelolaan material dan logistik merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan kelancaran setiap pekerjaan konstruksi. Terlebih lagi, ini berlaku pada proyek-proyek berskala besar yang memiliki banyak titik pekerjaan dan kebutuhan material yang berubah-ubah secara dinamis.

Riset lainnya yang tak kalah penting adalah evaluasi kinerja rantai pasok pada proyek infrastruktur. Kajian ini menggunakan kerangka kerja SCOR 14.0 yang terstruktur. Tujuannya adalah memberikan gambaran yang jelas bagaimana performa *supply chain* dapat diukur secara lebih sistematis. Dengan begitu, perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk melakukan perbaikan berkelanjutan pada alur pengadaan, distribusi, koordinasi para pemasok, serta memastikan kesiapan material proyek.

Kolaborasi Lintas Unit, Inovasi Mengalir

Keempat riset gemilang ini bukanlah hasil kerja keras satu individu atau satu unit saja. Mereka merupakan buah dari kolaborasi luar biasa lintas unit kerja di seluruh lingkungan Hutama Karya. Para kontributor datang dari berbagai lini, mulai dari Divisi Infrastruktur, Divisi Engineering Research Technology Information (ERTI), Divisi Gedung, tim proyek, hingga Corporate Secretary.

Kolaborasi ini secara tegas menunjukkan bahwa budaya riset dan inovasi di Hutama Karya tidak terpusat di satu unit tertentu. Sebaliknya, inovasi tumbuh subur dari kerja bersama antar fungsi yang memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan riil dan tantangan nyata di lapangan.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa partisipasi ini adalah bukti nyata komitmen perusahaan untuk terus mengubah pengalaman di lapangan menjadi pengetahuan yang memiliki nilai strategis. “Bagi Hutama Karya, setiap proyek adalah sebuah ruang belajar. Tantangan di lapangan kami pandang bukan hanya sebagai persoalan yang harus segera diselesaikan, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan berharga untuk terus meningkatkan cara kerja perusahaan. Melalui forum internasional ini, kami ingin menunjukkan bahwa praktik konstruksi Indonesia memiliki pengalaman, inovasi, dan pembelajaran yang sangat relevan untuk dibagikan di tingkat global,” ujarnya penuh semangat.

Hamdani menambahkan bahwa keikutsertaan Hutama Karya dalam ISARC–IGLC 2026 juga menjadi kesempatan emas untuk menyerap perkembangan terkini di bidang Lean Construction, digital construction, kecerdasan buatan, otomatisasi, dan robotika konstruksi. “Transformasi konstruksi tidak hanya berbicara tentang teknologi semata, tetapi juga tentang perubahan cara berpikir, cara merencanakan, dan cara bekerja yang jauh lebih terintegrasi. Kami berharap pengetahuan yang kami peroleh dari forum ini dapat semakin memperkuat inovasi internal, meningkatkan kinerja proyek, dan mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Melalui partisipasi aktif di ISARC–IGLC 2026, Hutama Karya semakin mempertegas langkahnya untuk terus menghubungkan praktik lapangan yang kaya pengalaman dengan standar pengetahuan global yang terus berkembang. Keempat riset yang dipaparkan menjadi bukti nyata bahwa pengalaman proyek di Indonesia memiliki nilai strategis yang tak ternilai. Nilai ini tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga berkontribusi besar bagi perkembangan industri konstruksi global yang kian menuntut efisiensi, kolaborasi, digitalisasi, dan keberlanjutan. (*)

Bagikan Artikel
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi