News . 28/06/2026, 07:15 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Menurut Dedi, laporan masyarakat akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan tindak lanjut. Kesaksian warga juga dinilai penting sebagai bagian dari proses penanganan dugaan pencemaran.
"Laporan tersebut menjadi dasar melakukan tindak lanjut. Lapor supaya punya keterangan kuat dari saksi," kata Dedi.
Keluhan nelayan menunjukkan kondisi perairan Tarumajaya mengalami perubahan signifikan. Warna air menjadi lebih gelap dan mengeluarkan bau yang diduga berasal dari limbah industri.
Perubahan kondisi laut tersebut disebut telah merusak ekosistem pesisir. Habitat kerang sebagai komoditas utama masyarakat ikut terdampak sehingga hasil tangkapan terus menurun.
Nelayan bernama Samsur mengaku kondisi laut saat ini menjadi yang terburuk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, ia tetap bertahan karena mencari kerang merupakan satu-satunya sumber penghasilan.
"Kondisi perairan sejak bibir pantai saat ini berada pada titik terburuk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Masih bertahan karena mencari kerang merupakan satu-satunya mata pencaharian saya," kata Samsur.
Sejak Mei 2026, nelayan mengaku semakin sulit memperoleh hasil tangkapan. Populasi kerang terus menyusut, sementara ikan bergerak menjauh ke laut lepas yang tidak dapat dijangkau perahu tradisional.
Kondisi tersebut membuat pendapatan nelayan turun hingga 70 persen. Sebagian besar nelayan bahkan tidak lagi mencari kerang karena hasilnya semakin sedikit.
Samsur mengungkapkan pada Februari hingga Maret lalu kondisi laut masih sangat produktif. Dalam sehari, nelayan mampu membawa pulang sedikitnya 30 ember kerang dan bahkan mencapai 40 hingga 50 ember pada musim terbaik.
Saat ini situasinya berubah drastis. Untuk mendapatkan enam ember kerang saja sudah menjadi tantangan besar, sedangkan hasil maksimal hanya sekitar 12 ember.
Satu ember hanya berisi sekitar lima hingga enam kilogram kerang yang belum dibersihkan. Harga jualnya berkisar Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per ember.
"Sekarang paling dapat enam ember. Sudah maksimal banget 12 ember. Padahal kerang satu ember cuma Rp20 ribu sampai Rp22 ribu," katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media