Bekasi Usul Flyover dan Underpass Baru, Kemacetan Parah di Perlintasan Kereta Jadi Sorotan
Perlintasan sebudang di Lemahabang - Cikarang
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Bekasi mengaku telah menyiapkan berbagai dokumen teknis guna mempercepat proses pembangunan kedua proyek tersebut.
“Sebagai bentuk keseriusan, kami juga sudah menyiapkan dukungan teknis seperti Detail Engineering Design (DED) dan dokumen pendukung lainnya agar proses pembangunan bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Asep.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengatakan dua titik tersebut dipilih sebagai prioritas karena memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang sangat tinggi setiap hari.
“Kemarin kami sudah sampaikan kepada Bappenas bagaimana kondisi di Kabupaten Bekasi. Tingkat kemacetan di dua titik tersebut memang luar biasa,” kata Agus di Cikarang, Kamis (7/5/2026).
Flyover dan Underpass Masuk Agenda Pembenahan Nasional
Agus menjelaskan usulan pembangunan flyover dan underpass sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk membenahi perlintasan sebidang di berbagai daerah.
“Maka dua itu yang kami usulkan, sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi perlintasan sebidang di seluruh wilayah,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh dokumen teknis, termasuk Detail Engineering Design (DED) dan estimasi anggaran pembangunan, telah dipersiapkan untuk mendukung proses evaluasi di tingkat pusat.
“DED sudah ada, tetapi nanti kemudian dihitung ulang oleh Bappenas kebutuhannya seperti apa,” ucap Agus.
Nilai Proyek Tembus Rp184 Miliar
Berdasarkan perhitungan sementara, pembangunan underpass Lemahabang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp99 miliar.
Sementara pembangunan flyover Telaga Asih diperkirakan memerlukan dana sekitar Rp85 miliar.
Agus menambahkan rencana pembangunan underpass Lemahabang sebenarnya sudah dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu. Bahkan Pemkab Bekasi telah melakukan pembebasan lahan di sekitar lokasi proyek untuk mempercepat realisasi pembangunan.
“Perlintasan Lemahabang ini memang menjadi salah satu titik krusial karena menjadi penghubung jalan provinsi dan jalan nasional sehingga kepadatan kendaraan sangat tinggi, terutama saat kereta melintas,” tandasnya.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turut mendukung langkah percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di kawasan penyangga ibu kota tersebut.