Rabu, 13 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Fakta Baru Kecelakaan Maut KRL Bekasi Timur, Taksi Listrik Diduga Telat Servis 9.000 KM

SN
Tim Redaksi
10/05/2026, 21:24 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Fakta Baru Kecelakaan Maut KRL Bekasi Timur, Taksi Listrik Diduga Telat Servis 9.000 KM

Polisi mengungkap taksi listrik Green SM yang terlibat kecelakaan maut KRL di Bekasi Timur diduga telat menjalani servis berkala.

Namun, kendaraan yang dikemudikan RRP disebut telah melewati batas tersebut hingga sekitar 9.000 kilometer.

“Kami juga menyampaikan bahwa terkait informasi dari depot manajer operasional, taksi tersebut harusnya per 15.000 KM itu sudah harus masuk ke depot untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan,” kata Budi.

Kecelakaan Diduga Bermula dari Gangguan di Perlintasan Sebidang

Peristiwa tragis itu melibatkan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi.

Advertisement

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan insiden diduga bermula dari temperan taksi Green SM di perlintasan sebidang sekitar 200 meter dari Stasiun Bekasi Timur.

Menurut Bobby, gangguan di perlintasan tersebut memengaruhi sistem operasional perjalanan kereta di area emplasemen stasiun.

“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu,” ujar Bobby saat ditemui di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa insiden kendaraan di rel menjadi faktor awal yang memicu kekacauan sistem perjalanan kereta api di lokasi kejadian.

16 Penumpang KRL Meninggal Dunia

Kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek menjadi salah satu insiden transportasi paling serius yang terjadi di wilayah Bekasi dalam beberapa tahun terakhir.

Data sementara menunjukkan sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat dalam kejadian tersebut.

Namun, dampak besar dialami penumpang KRL Cikarang Line. Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka.

Korban luka menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah proses evakuasi dilakukan di lokasi kejadian.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam aspek perawatan kendaraan maupun faktor teknis lain yang menyebabkan mobil berhenti mendadak di atas rel.

Penyelidikan juga terus diarahkan untuk memastikan apakah keterlambatan perawatan kendaraan memiliki hubungan langsung dengan gangguan sistem kendaraan listrik yang dialami sopir saat melintas di perlintasan sebidang. (*)

Advertisement
Bagikan Artikel
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis
Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID