News . 10/05/2026, 21:20 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Karawang Bekasi FIN - Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat membantu keluarga korban kecelakaan tragis yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.
Bantuan tidak hanya berupa santunan, tetapi juga dukungan jangka panjang melalui program beasiswa pendidikan.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen hadir untuk meringankan beban keluarga korban, khususnya mereka yang kehilangan tulang punggung keluarga.
Sebagai langkah awal, Pemkab Bekasi telah menyalurkan santunan sebesar Rp10 juta kepada masing-masing keluarga korban meninggal dunia yang tercatat sebagai warga Kabupaten Bekasi.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab kami dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat,” ujar Asep usai menerima kunjungan Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri di Cikarang Pusat.
Tak berhenti pada bantuan tunai, Pemkab Bekasi juga menyiapkan program beasiswa bagi keluarga korban, terutama jika korban merupakan pencari nafkah utama.
“Kami tidak ingin bantuan ini hanya bersifat sementara. Jika korban adalah tulang punggung keluarga, maka pendidikan anak-anaknya harus tetap terjamin,” tegas Asep.
Langkah ini diharapkan dapat membantu keberlangsungan hidup keluarga korban, sekaligus memastikan masa depan pendidikan mereka tetap terjaga.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri yang langsung membantu proses administrasi kependudukan.
Penyerahan dokumen penting seperti akta kematian dinilai sangat membantu keluarga korban dalam mengurus berbagai keperluan administratif.
“Negara hadir dengan cepat memberikan dokumen kependudukan yang dibutuhkan,” katanya.
Tragedi kecelakaan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Namun, langkah cepat pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang mereka rasakan.
Pemkab Bekasi menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang berduka.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media