Gudang HP Curian di Bekasi Digerebek !! Polisi Sita 225 iPhone dan Android
Foto ilustrasi HP Curian (Dokumen Istimewa)
Karawang Bekasi FIN - Aksi sindikat penadah telepon genggam hasil curian, akhirnya berhasil dibongkar aparat kepolisian.
Sebanyak 3 pria ditangkap setelah polisi menemukan ratusan ponsel hasil kejahatan yang disimpan di sebuah apartemen kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita sekitar 225 unit ponsel berbagai merek, mulai dari Android hingga iPhone premium.
Kasus ini terungkap setelah maraknya laporan kehilangan handphone di sejumlah lokasi ramai kawasan Jakarta Selatan, khususnya Blok M.
Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi Kusuma mengatakan, penyelidikan dimulai usai pihaknya menerima laporan kehilangan iPhone pada April 2026.
"Pada Senin (4/5), para tersangka berhasil diamankan di parkiran apartemen X saat hendak melarikan diri beserta barang bukti berupa kurang lebih 225 unit handphone jenis Iphone dan android," kata Nugrahadi Kusuma.
Dari hasil pelacakan dan metode scientific crime investigation, polisi akhirnya menemukan titik lokasi persembunyian para pelaku di sebuah apartemen di Bekasi Timur.
Tiga tersangka yang diamankan diketahui berinisial MR, MAA, dan J. Polisi menangkap mereka saat diduga hendak melarikan diri sambil membawa ratusan ponsel curian.
Dari total barang bukti yang diamankan, terdapat 183 unit iPhone dan 42 unit Android. Sebagian perangkat, bahkan sudah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
"Selanjutnya para tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti di Polsek Metro Kebayoran Baru," ucapnya.
Bukan cuma menampung barang curian, para pelaku juga diduga punya trik khusus agar ponsel bisa dijual kembali dengan harga tinggi.
Mereka disebut berpura-pura menjadi layanan resmi Apple untuk menipu korban, agar memberikan akses iCloud dan password perangkat.
Setelah berhasil dibobol, handphone kemudian dipasarkan kembali lewat media sosial dan transaksi COD.
Polisi juga menemukan modus lain yang cukup bikin geleng kepala, ratusan ponsel dibungkus menggunakan aluminium foil agar sinyal GPS dan fitur pelacak sulit terdeteksi oleh pemilik aslinya.
Menurut penyidik, sindikat ini sudah beroperasi sejak tahun lalu dan menyasar korban di lokasi-lokasi ramai seperti pusat perbelanjaan hingga area acara publik.