Rabu, 13 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Tragedi Kirab Mahkota Binokasih di Karawang, Pasien Meninggal Setelah Ambulans Terjebak Macet

SN
Tim Redaksi
11/05/2026, 11:03 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Tragedi Kirab Mahkota Binokasih di Karawang, Pasien Meninggal Setelah Ambulans Terjebak Macet

Pasien asal Karawang meninggal setelah ambulans terjebak macet saat kirab Mahkota Binokasih berlangsung di pusat kota.

Karawang Bekasi FIN - Perjalanan darurat menuju rumah sakit yang seharusnya menjadi penyelamat justru berubah menjadi tragedi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Seorang pasien bernama Jubaedah, warga Dusun Neglasari, Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, dilaporkan meninggal dunia setelah ambulans yang membawanya menuju RSUD Karawang terjebak kemacetan panjang saat pelaksanaan kirab budaya Mahkota Binokasih, Sabtu malam (9/5/2026).

Insiden tersebut memunculkan sorotan terhadap kondisi lalu lintas di pusat Kota Karawang saat kegiatan budaya berlangsung. Kepadatan kendaraan dan penutupan sejumlah ruas jalan diduga membuat ambulans kesulitan mencapai rumah sakit tepat waktu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jubaedah mengalami sesak napas dan membutuhkan penanganan medis segera. Keluarga kemudian membawa pasien menggunakan ambulans dari wilayah Sedari menuju RSUD Karawang yang berada di pusat kota.

Ambulans Terjebak Kemacetan di Sekitar Alun-alun Karawang

Advertisement

Perjalanan ambulans awalnya berjalan normal. Namun situasi berubah ketika kendaraan memasuki kawasan sekitar Alun-alun Karawang yang saat itu dipadati ribuan warga yang menghadiri kirab budaya Mahkota Binokasih.

Kepadatan lalu lintas disebut terjadi akibat membludaknya kendaraan serta penutupan beberapa ruas jalan selama agenda budaya berlangsung. Sopir ambulans kemudian berusaha mencari jalur alternatif agar pasien segera tiba di rumah sakit.

Ambulans akhirnya memutar menuju kawasan Karawang Barat. Akan tetapi, kondisi lalu lintas di jalur tersebut ternyata tidak lebih baik. Volume kendaraan yang tinggi membuat arus lalu lintas kembali tersendat.

Selain kirab budaya, kawasan Karawang Barat saat itu juga disebut dipadati aktivitas konser di area Podomoro. Situasi tersebut membuat kepadatan kendaraan semakin sulit diurai.

Di tengah perjalanan yang terus tertahan, kondisi pasien dilaporkan semakin memburuk. Tabung oksigen yang digunakan di dalam ambulans dikabarkan habis akibat terlalu lama berada di perjalanan menuju rumah sakit.

Saat ambulans akhirnya tiba di RSUD Karawang, Jubaedah disebut sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Satu Pasien Lain Dilaporkan Meninggal

Tragedi tersebut ternyata tidak hanya menimpa satu pasien. Informasi yang beredar juga menyebut seorang pasien lain asal Kecamatan Tirtajaya dilaporkan meninggal dunia dan diduga mengalami kondisi serupa.

Pasien tersebut disebut ikut terhambat kemacetan ketika ambulans berusaha menuju rumah sakit di tengah padatnya arus kendaraan saat kirab budaya berlangsung.

Advertisement

Peristiwa ini langsung memunculkan perhatian masyarakat, terutama terkait kesiapan rekayasa lalu lintas dan akses prioritas kendaraan darurat ketika kegiatan berskala besar digelar di pusat kota.

Belum Ada Penjelasan Resmi Terkait Rekayasa Lalu Lintas

Bagikan Artikel
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis
Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID