News . 13/05/2026, 09:49 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Nama Josepha Alexandra mendadak jadi sorotan publik setelah aksinya memprotes keputusan juri dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial. Siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak itu dinilai berani mempertahankan jawaban yang diyakininya benar saat kompetisi berlangsung.
Peristiwa tersebut memicu perhatian luas karena Josepha tetap tenang dan tegas ketika menyampaikan keberatan kepada dewan juri. Banyak warganet menilai langkahnya mencerminkan keberanian serta sikap kritis seorang pelajar.
Setelah videonya viral, Josepha Alexandra mendapat undangan langsung untuk datang ke MPR RI pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, Josepha tidak datang sendiri. Ia didampingi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pontianak Indang Maryati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Rio Pratama, serta guru pembimbing bernama Heni.
“Yang mendampingi ada Bu Indang selaku Kepsek, lalu ada Pak Rio selaku Waka Humas, dan ada Bu Heni selaku pembimbing,” kata Josepha.
Kehadiran Josepha di MPR RI menjadi perhatian karena sebelumnya namanya ramai diperbincangkan akibat polemik penilaian dalam LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.
Bukan hanya mendapat undangan ke MPR RI, Josepha juga memperoleh apresiasi berupa tawaran beasiswa S1 ke China. Tawaran tersebut datang dari Rifqinizamy Karsayuda yang merupakan anggota DPR/MPR RI sekaligus alumni SMA Negeri 1 Pontianak.
Dalam pernyataannya, Rifqi menawarkan kesempatan kuliah gratis di China hingga peluang kerja setelah lulus.
“Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China. Nanti tolong kasih tahu orang tua kalau mau. Nanti begitu selesai SMA, Josepha akan berikan beasiswa sekolah kuliah gratis di China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China,” ujar Rifqi.
Meski demikian, keputusan terkait tawaran tersebut masih akan dipertimbangkan Josepha bersama keluarganya.
Di tengah viralnya kasus tersebut, SMA Negeri 1 Pontianak juga mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram sekolah pada Selasa, 12 Mei 2026.
Pihak sekolah menyatakan telah meninjau ulang tayangan lomba secara cermat setelah muncul berbagai reaksi publik terkait penilaian dewan juri.
“Sehubungan dengan anjuran untuk menyaksikan tayangan ulang sebagai bentuk ikhtiar dalam mengonfirmasi jalannya pelaksanaan LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat, kami telah melakukan peninjauan kembali secara cermat,” tulis SMAN 1 Pontianak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media