News . 13/05/2026, 06:51 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Korban meninggal dunia diketahui bernama Sanoeri (41), seorang pedagang tahu goreng yang sehari-hari berjualan di lokasi kejadian untuk menghidupi keluarganya.
Ketua RW 002 Kelurahan Aren Jaya, Sri Suryani (56), mengatakan korban merupakan tulang punggung keluarga dan memiliki anak berusia empat tahun.
“Korban masih punya anak kecil usia empat tahun. Dia tulang punggung keluarga,” ujar Sri saat ditemui di rumah duka.
Sri menjelaskan, saat kecelakaan terjadi korban sedang menggoreng tahu di gerobaknya sebelum akhirnya tertabrak mobil operasional program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Korban sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Namun, luka berat di bagian kepala membuat nyawanya tidak tertolong.
Di mata warga sekitar, Sanoeri dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul.
“Orangnya baik, sopan, dan selalu menyapa warga kalau bertemu,” kata Sri.
Korban diketahui tinggal bersama kedua orangtuanya di RT 007/RW 002 Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.
Sebelumnya, ia sempat tinggal di rumah kontrakan sebelum akhirnya kembali tinggal bersama keluarganya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. “Kasus masih dalam proses penyelidikan dan ditangani Tim 1 Unit Laka Restro Bekasi Kota,” ujar AKBP Ojo Ruslani.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media