Bisnis . 13/05/2026, 07:57 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Pemerintah saat ini tengah mengkaji pembangunan jalur ganda dua arah atau Double-Double Track (DDT) untuk rute Bekasi hingga Cikarang.
Proyek ini menjadi bagian dari evaluasi besar sistem transportasi nasional setelah terjadinya kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
Rencana pengembangan DDT bertujuan memisahkan jalur operasional kereta api jarak jauh dengan layanan Kereta Rel Listrik (KRL). Dengan pemisahan tersebut, perjalanan kereta diharapkan menjadi lebih aman, lancar, dan minim gangguan.
Saat ini, jalur DDT baru terhubung dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bekasi. Pemerintah menilai perluasan jalur hingga Cikarang penting untuk mengurangi kepadatan lalu lintas kereta di kawasan penyangga Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pembahasan proyek tersebut masih berlangsung bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Kementerian Perhubungan dan PT KAI.
“Itu terus menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh. Tentunya nanti Kementerian Perhubungan berada di depan bersama KAI. Dan yang jelas memang kita juga sedang memikirkan pengembangan double-double track tersebut,” ujar AHY di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut AHY, pengembangan jaringan kereta nasional membutuhkan waktu dan perencanaan matang. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan jalur baru, tetapi juga peningkatan lintasan eksisting serta reaktivasi rel yang sudah lama tidak digunakan.
“Tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta, baik existing maupun pengembangan baru, dan reaktivasi dari rel-rel yang selama ini tidak berfungsi,” tambahnya.
Pemerintah Perluas Jaringan Kereta hingga Luar Jawa Selain pengembangan jalur di Pulau Jawa, pemerintah juga menyiapkan perluasan jaringan rel kereta di berbagai daerah luar Jawa.
Proyek tersebut mencakup pembangunan jalur Trans Sumatera, Trans Kalimantan, hingga sebagian wilayah Sulawesi.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung distribusi logistik dan mempercepat pemerataan pembangunan nasional. Pemerintah menilai transportasi kereta api memiliki peran penting tidak hanya untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga pengangkutan barang dan komoditas.
“Ini sebagai bentuk dari upaya memeratakan pembangunan di seluruh wilayah karena kereta bukan hanya untuk masyarakat tapi juga untuk angkut logistik atau komoditas di sejumlah daerah,” jelas AHY.
Sebagai bagian dari peningkatan keselamatan perjalanan kereta api, pemerintah telah menutup sekitar 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan Sumatera.
Penanganan titik rawan kecelakaan juga akan dilanjutkan melalui pembangunan palang pintu otomatis, flyover, dan underpass.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media