Persib Vs Persija Memanas! Bobotoh Jadi Korban Kekerasan, Remaja 15 Tahun Meninggal Dunia
Rivalitas Persib vs Persija kembali memanas. Sejumlah insiden terjadi, termasuk pengeroyokan Bobotoh hingga remaja 15 tahun meninggal.
fin.co.id - Rivalitas panas antara Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali memunculkan rangkaian insiden yang mengkhawatirkan. Setelah laga sengit pada Minggu, 10 Mei 2026, berbagai peristiwa mulai dari intimidasi, pengeroyokan hingga korban jiwa mencuat di sejumlah daerah.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur itu berakhir dramatis. Persib Bandung sukses membalikkan keadaan dari tertinggal 1-2 hingga akhirnya menaklukkan Persija Jakarta. Kemenangan tersebut justru memicu ketegangan yang meluas di luar lapangan.
Persib Soroti Serangkaian Insiden Pascalaga
Manajemen Persib Bandung menyoroti sejumlah kejadian yang melibatkan pemain, suporter, hingga masyarakat sipil setelah pertandingan rivalitas tersebut berlangsung.
Salah satu insiden yang mendapat perhatian ialah situasi di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Ketegangan yang terjadi di lokasi itu membuat para pemain Persib merasa terintimidasi.
Tidak hanya itu, Persib juga menyoroti dugaan perusakan restoran Sunda di Samarinda. Situasi memanas kemudian merembet ke sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip pada Rabu, 13 Mei 2026, Persib mengungkap adanya aksi kekerasan terhadap remaja berusia 15 tahun di Kuningan, Jawa Barat.
Selain itu, terjadi pula pengeroyokan terhadap tiga Bobotoh di Sukabumi yang menyebabkan korban mengalami luka-luka.
"Pengeroyokan terhadap tiga Bobotoh di Sukabumi yang menyebabkan korban mengalami luka-luka, serta insiden yang menimpa seorang Bobotoh di Majalengka akibat aksi pelemparan benda keras saat kegiatan nonton bareng berlangsung," tulis keterangan resmi Persib Bandung.
Remaja 15 Tahun di Karawang Meninggal Dunia
Insiden paling memilukan datang dari Karawang. Persib Bandung menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang remaja berusia 15 tahun yang sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk menyaksikan laga Persib kontra Persija.
"Kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya seorang anak berusia 15 tahun di Karawang yang sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk menonton pertandingan Persib kontra Persija," lanjut pernyataan tersebut.
Kabar meninggalnya remaja tersebut menjadi sorotan besar karena memperlihatkan bagaimana rivalitas sepak bola bisa berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.
Persib: Sepak Bola Tidak Boleh Hadirkan Ketakutan
Persib Bandung menegaskan bahwa tragedi dan berbagai aksi kekerasan pascalaga harus menjadi alarm keras bagi semua pihak. Klub berjuluk Pangeran Biru itu mengingatkan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang hiburan, bukan sumber ketakutan.