Bisnis . 13/05/2026, 08:59 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Yamaha Indonesia masih dalam tahap pengamatan pasar motor listrik, sambil terus menguji penerimaan konsumen dan ekosistem kendaraan elektrifikasi.
Perusahaan raksasa otomotif ini berhati-hati dalam mengambil langkah investasi besar untuk kendaraan listrik murni.
Saat ini, Yamaha baru menyediakan motor listrik melalui skema bisnis ke bisnis (B2B) dengan Grab Indonesia.
PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tampaknya belum akan terburu-buru terjun sepenuhnya ke pasar sepeda motor listrik di Tanah Air.
Manajer Humas PT YIMM, Rifki Maulana, mengungkapkan bahwa pihaknya masih dalam fase memantau dan mempelajari dinamika pasar kendaraan listrik.
"Concern-nya Yamaha sama EV yang pasti, kita masih watch and learn. Kita masih lihat kondisi market-nya," ujar Rifki Maulana kepada awak media di Jakarta pada Selasa (12/5).
Keputusan untuk berinvestasi besar-besaran dalam produksi dan pemasaran motor listrik memang memerlukan pertimbangan matang.
Rifki menekankan bahwa modal yang dibutuhkan untuk masuk ke segmen kendaraan listrik sangat signifikan.
"Karena kan kita tahu, investasi itu kan bukan hal yang sedikit ya," jelasnya, mengindikasikan kehati-hatian Yamaha dalam setiap langkahnya.
Fokus utama Yamaha saat ini masih terpusat pada penyempurnaan mesin konvensional.
Perusahaan terus berupaya menghadirkan teknologi yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.
"Yang pasti, dibandingkan dengan mesin generasi sebelumnya, mesin-mesin dengan teknologi Blue Core efisiensi bahan bakarnya sudah jauh lebih baik," tegas Rifki.
Ini menunjukkan komitmen Yamaha untuk terus meningkatkan performa dan efisiensi pada lini produk yang sudah ada.
Meskipun belum meluncurkan motor listrik secara massal untuk konsumen umum, Yamaha tidak tinggal diam dalam menjajaki segmen kendaraan ramah lingkungan ini.
Solusi yang ditawarkan Yamaha saat ini adalah melalui kerja sama bisnis ke bisnis (B2B).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media