News . 14/05/2026, 09:44 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya buka suara terkait sorotan DPR yang menilai proses investigasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur berjalan lambat.
Hingga kini, KNKT menegaskan pihaknya masih fokus mengumpulkan dan menganalisis berbagai data penting guna mengungkap penyebab pasti insiden maut tersebut.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan investigasi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena banyak data digital yang perlu diperiksa secara detail, termasuk isi black box milik taksi Green SM yang terlibat dalam kecelakaan.
“Data di mobil taksi itu juga memiliki black box dan saat ini masih dalam proses pengunduhan. Setelah dievaluasi, kami akan kembali meminta keterangan dari pengemudi maupun saksi di sekitar lokasi kejadian,” ujar Soerjanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurut KNKT, lamanya investigasi dipengaruhi oleh tingkat kesulitan dalam membuka dan membaca data digital yang ditemukan di lapangan.
Tidak semua perangkat dapat diakses dengan cepat karena beberapa data mengalami hambatan teknis saat proses ekstraksi.
“Kalau datanya mudah dibuka tentu prosesnya lebih cepat. Namun terkadang sistem digital cukup rumit sehingga membutuhkan waktu lebih lama,” jelasnya.
Selain menganalisis data elektronik, KNKT juga masih melakukan serangkaian pemeriksaan teknis lain, mulai dari sistem persinyalan, kondisi jalur rel, hingga komunikasi operasional saat kecelakaan terjadi.
Di sisi lain, kasus kecelakaan kereta Bekasi Timur kini telah memasuki tahap penyidikan. Kepolisian menyebut adanya dugaan unsur pidana setelah dilakukan gelar perkara awal.
Penyidik saat ini masih mendalami sejumlah temuan dan mengumpulkan bukti tambahan untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Insiden tragis itu terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL di area Stasiun Bekasi Timur.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sekitar 90 lainnya mengalami luka-luka.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media