Bisnis . 15/05/2026, 12:31 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Anda yang suka masakan pedas dengan sentuhan cabai merah besar, perlu berpikir dua kali sebelum membelinya.
Cabai merah keriting pun tak kalah mahal, yakni Rp56.950 per kg. Bahkan, cabai rawit hijau yang biasanya lebih terjangkau, kini mencapai Rp47.400 per kg. Perang harga komoditas pangan ini benar-benar kian sengit!
Kenaikan harga tidak hanya menyerang sektor sayuran dan bahan pokok. Protein hewani pun ikut terimbas. Daging ayam ras segar kini dihargai Rp43.600 per kg.
Sementara itu, daging sapi kualitas I menembus angka Rp143.050 per kg, dan kualitas II tidak jauh berbeda di harga Rp132.000 per kg. Membeli protein hewani kini menjadi aktivitas yang semakin menguras kantong.
Yang lebih parah lagi, komoditas dasar seperti gula pasir dan minyak goreng pun turut meramaikan tren kenaikan ini.
Gula pasir kualitas premium dijual seharga Rp21.250 per kg, sementara gula pasir lokal dibanderol Rp19.500 per kg. Untuk minyak goreng, harga curah saja sudah mencapai Rp20.000 per liter.
Minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp24.900 per liter, dan merek II Rp23.800 per liter. Peningkatan harga di berbagai lini ini jelas akan memberikan beban ganda bagi rumah tangga, terutama bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas.
Dengan lonjakan harga yang terjadi di hampir semua komoditas pangan strategis ini, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengatur pengeluaran.
Strategi belanja cerdas dan mencari alternatif bahan pangan yang lebih terjangkau mungkin menjadi solusi sementara.
Namun, pertanyaannya, sampai kapan kenaikan harga pangan ini akan terus berlanjut? Anda siap menghadapi tekanan ekonomi ini?
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media