News . 15/05/2026, 18:29 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Hari Raya Idul Adha sebentar lagi tiba, namun hiruk pikuk persiapan sudah terasa. Khususnya di Karawang, para peternak dan pedagang hewan kurban kini mendapat sorotan ketat dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP Karawang). Tujuannya jelas, demi memastikan ibadah kurban tahun ini berjalan lancar, aman, dan berkah bagi seluruh umat.
Tim Bidang Peternakan DPKPP Karawang tak main-main. Mereka langsung terjun ke lapangan, melakukan pemeriksaan intensif terhadap hewan-hewan yang siap diperdagangkan.
Fokus utamanya adalah memastikan setiap hewan kurban memenuhi standar "Aman, Sehat, Utuh, dan Halal" atau yang disingkat ASUH. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial untuk menjaga kesehatan masyarakat dan keabsahan ibadah kurban.
Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Karawang, drh. Nani Dwi Astuti, mengungkapkan betapa pentingnya pemeriksaan ini. "Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 99 ekor ternak di RJ Mandiri Farm, Karangpawitan," ujarnya dengan tegas. "Alhamdulillah, sebagian besar sudah memenuhi syarat umur dan dalam kondisi prima."
Nani menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar hewan sehat, ada beberapa yang terdeteksi mengalami gejala flu ringan atau sakit mata. "Namun, kami langsung sigap memberikan pengobatan agar mereka segera pulih," tambahnya. Ini menunjukkan kesigapan tim dinas dalam menangani kendala yang muncul di lapangan.
Pemeriksaan ini tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik semata. DPKPP Karawang menerapkan kriteria ketat sesuai syariat Islam. "Usia hewan harus cukup, tidak boleh ada cacat fisik, organ reproduksi harus utuh, dan yang terpenting, kesehatannya prima," papar Nani.
Bagaimana cara mengenali hewan kurban yang sehat? Nani memberikan panduan praktis. "Perhatikan postur tubuhnya yang tegap, bulunya cerah dan mulus, matanya jernih tanpa kemerahan, hidungnya lembap, mulutnya tidak melepuh, serta kaki dan duburnya bersih," jelasnya. Ciri-ciri ini bisa menjadi panduan awal bagi masyarakat saat memilih hewan kurban.
Lebih jauh lagi, DPKPP Karawang tidak hanya mengandalkan pemeriksaan visual. Mereka berkolaborasi dengan Balai Veteriner (BVet) Subang untuk melakukan tes darah. Tujuannya? "Untuk memastikan tidak ada penyakit menular yang tersembunyi pada hewan kurban," tegas Nani.
Data terbaru menunjukkan, "Sampai saat ini, sapi dan domba yang telah kami periksa sudah mencapai seribu ekor," ungkapnya bangga. Intensitas pemeriksaan ini akan terus digelorakan hingga mendekati hari pemotongan. Upaya ini adalah komitmen DPKPP Karawang untuk menjaga keamanan pangan masyarakat di momen Idul Adha.
Di tengah upaya pengetatan pemeriksaan, para pedagang hewan kurban juga menyampaikan dinamika pasar. Rudi, pemilik RJ Mandiri Farm, mengakui adanya kenaikan harga sapi tahun ini. "Sebelumnya harga sapi mulai Rp18 juta, sekarang minimal Rp19 juta, bahkan bisa mencapai Rp35 juta tergantung ukuran dan jenisnya," ungkapnya.
Meskipun harga meroket, Rudi mengatakan permintaan hewan kurban tetap stabil. Masyarakat, menurutnya, kini lebih cerdas dalam memilih. "Jenis hewan kurban yang paling banyak dicari adalah sapi Limousin dan sapi Bali. Namun saat ini, sapi Bali menjadi pilihan utama karena harganya lebih terjangkau dengan kualitas daging yang dinilai baik," ujarnya.
Rudi mengamati tren ini. "Banyak konsumen yang menyesuaikan anggaran. Dengan budget sekitar Rp3,5 juta per orang, mereka lebih memilih sapi Bali," tuturnya. Situasi ini menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
RJ Mandiri Farm sendiri kini menyediakan sekitar 130 ekor hewan kurban, mulai dari sapi berbobot 300 kilogram hingga 1 ton. Namun, uniknya, mereka justru mengalami kekurangan stok sekitar 10 ekor. "Kuota sapi Bali dari pemasok telah habis," keluhnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media