Bisnis . 18/05/2026, 12:10 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Kesalahan terbesar banyak pengusaha laundry pemula adalah mengabaikan detail biaya operasional harian. Padahal, kunci keuntungan laundry sangat bergantung pada pengelolaan biaya ini. Mari kita lihat simulasi biaya operasional bulanan:
Listrik: Rp300.000
Deterjen dan softener: Rp400.000
Plastik packaging: Rp200.000
Total biaya operasional bulanan Anda hanya sekitar Rp900.000. Angka ini tergolong sangat efisien!
Sekarang, mari kita berhitung potensi keuntungannya. Jika dalam sehari Anda melayani 10 pelanggan, dengan rata-rata 3 kg cucian per pelanggan, dan harga laundry Rp7.000 per kg, maka:
Omzet Harian: 10 pelanggan x 3 kg x Rp7.000 = Rp210.000
Omzet Bulanan: Rp210.000 x 30 hari = Rp6.300.000
Dengan biaya operasional Rp900.000 per bulan, estimasi laba bersih yang bisa Anda raup adalah:
Estimasi Laba Bersih: Rp6.300.000 – Rp900.000 = Rp5.400.000
Artinya, potensi keuntungan bersih Anda bisa mencapai Rp5,4 juta per bulan! Bayangkan jika Anda bisa meningkatkan jumlah pelanggan.
Jika kita ambil contoh modal awal Rp 8 juta, dengan potensi laba bersih Rp5,4 juta per bulan, maka estimasi balik modal Anda hanya berkisar antara 1,5 hingga 3 bulan saja. Angka yang sangat fantastis untuk sebuah bisnis rumahan!
Tentu saja, angka ini bisa bervariasi tergantung pada banyak faktor, seperti lokasi usaha Anda yang strategis, strategi promosi yang efektif, kualitas pelayanan yang memukau, dan konsistensi operasional harian.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media