News . 19/05/2026, 12:27 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi! ICP Tembus 117 Dolar, BBM di Indonesia Berpotensi Naik

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

fin.co.id - Kenaikan harga minyak dunia kembali menjadi sorotan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 mencapai 117,31 dolar AS per barel.

Angka ini melonjak tajam sebesar 15,05 dolar AS dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 102,26 dolar AS per barel. Lonjakan ini memicu kekhawatiran akan potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak dipicu oleh memanasnya situasi geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah dan jalur strategis Selat Hormuz.

“Eskalasi konflik geopolitik meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, sehingga mendorong harga minyak terus naik,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Penetapan ICP April 2026 ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 203.K/MG.03/MEM.M/2026.

BBM Berpotensi Ikut Naik?

Lonjakan harga minyak mentah global biasanya berdampak langsung pada harga BBM, terutama jenis non-subsidi. Jika tren kenaikan ini berlanjut, maka penyesuaian harga BBM di Indonesia bukan hal yang mustahil.

Pasalnya, ICP menjadi salah satu acuan utama dalam menentukan harga energi di dalam negeri. Semakin tinggi ICP, maka beban biaya impor dan subsidi energi juga berpotensi meningkat.

Faktor Utama Kenaikan Harga Minyak

Sejumlah faktor global turut mendorong kenaikan harga minyak sepanjang April 2026, antara lain:

  • Ketegangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia
  • Blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat
  • Serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah
  • Kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi China yang mencapai 5 persen pada triwulan I 2026 juga memberikan dorongan terhadap peningkatan permintaan minyak dunia.

Potensi Penahan Kenaikan Harga

Meski tren harga minyak meningkat, pemerintah melihat adanya sejumlah faktor yang berpotensi menahan lonjakan lebih lanjut, di antaranya:

  • Proyeksi penurunan permintaan minyak global sebesar 5 juta barel per hari (bph) pada triwulan II 2026
  • Peluang terbukanya kembali jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat

Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar energi global guna menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan stabilitas pasokan dalam negeri.

Perbandingan Harga Minyak Dunia April 2026

Berikut rincian perubahan harga minyak global pada April 2026 dibandingkan Maret 2026:

  • ICP Indonesia naik dari 102,26 dolar AS menjadi 117,31 dolar AS per barel
  • Brent (ICE) naik dari 99,60 dolar AS menjadi 102,46 dolar AS per barel
  • WTI (Nymex) naik dari 91,00 dolar AS menjadi 98,06 dolar AS per barel
  • Dated Brent melonjak dari 103,89 dolar AS menjadi 120,55 dolar AS per barel
  • Basket OPEC turun dari 116,36 dolar AS menjadi 108,55 dolar AS per barel

Lonjakan ICP ini menjadi sinyal penting bagi perekonomian nasional, terutama terkait subsidi energi, harga BBM, serta stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian global.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com