Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Masuk Tahap Sidang, Fakta Baru Taksi Online Belum Servis Terungkap
Kecelakaan kereta Bekasi Timur segera disidangkan. Polisi ungkap fakta baru soal taksi online yang belum menjalani perawatan.
Penyidik Periksa Perusahaan Taksi Online dan PT KAI
Pemeriksaan tidak hanya menyasar pengemudi. Penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga memeriksa sejumlah pihak dari perusahaan taksi online.
Beberapa pihak yang sudah dimintai keterangan antara lain bagian perekrutan sopir, pelatihan pengemudi, repair dan maintenance control manager, hingga manajer operasional depo Bekasi Timur.
Selain itu, pengemudi taksi online berinisial RR yang kendaraannya pertama kali tertabrak kereta api listrik juga telah menjalani pemeriksaan.
Pada 8 Mei 2026, penyidik turut memeriksa tiga saksi dari PT KAI di Daops 1 Manggarai Jakarta Pusat.
Mereka terdiri dari Kepala Sintel atau bagian sinyal dan telekomunikasi, petugas pengawas selatan, serta customer service on train kereta api listrik.
Total 39 Saksi Sudah Diperiksa
Hingga kini, penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah meminta keterangan dari total 39 orang saksi.
Pemeriksaan masif tersebut dilakukan untuk mengurai seluruh faktor yang diduga memicu kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, mulai dari kondisi kendaraan, sistem operasional perusahaan, hingga aspek keselamatan perlintasan rel.
Kasus kecelakaan kereta Bekasi Timur kini menjadi sorotan karena melibatkan banyak pihak dan membuka pertanyaan besar terkait standar perawatan kendaraan taksi online serta keamanan perlintasan kereta api di kawasan padat aktivitas. (*)