Minggu, 24 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Geger Skandal Suap Pejabat PU Terbongkar! Menteri Dody Pasang Badan Jamin Proyek Raksasa Swasembada Pangan 2026 Pantang Mandek

SN
Tim Redaksi
22/05/2026, 20:53 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Geger Skandal Suap Pejabat PU Terbongkar! Menteri Dody Pasang Badan Jamin Proyek Raksasa Swasembada Pangan 2026 Pantang Mandek

Tiga pejabat penting Kementerian PU ditangkap Kejati Jakarta atas kasus suap miliaran rupiah. Menteri Dody Hanggodo jamin proyek raksasa terus jalan!

fin.co.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengambil langkah berani dan super tegas di tengah badai kasus hukum yang sedang mengguncang kementeriannya. Publik baru saja dikejutkan oleh operasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Khusus Jakarta yang sukses menangkap tiga pejabat teras Kementerian PU terkait skandal dugaan suap dan gratifikasi bernilai miliaran rupiah. Meski demikian, Menteri Dody langsung pasang badan di garis depan. Ia memastikan insiden memalukan tersebut sama sekali tidak akan menghentikan mesin laju program prioritas pemerintah.

Target sangat ambisius dari pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan pada tahun 2026 kini menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Menteri Dody memberikan jaminan penuh bahwa seluruh program krusial di sektor Sumber Daya Air (SDA) tetap melaju dengan kecepatan maksimal. Publik dan investor diminta tidak perlu panik atau takut proyek-proyek raksasa ini akan mandek di tengah jalan.

"Tidak ada kata-kata Dirjennya kena masalah, irigasinya mampet, itu nggak ada," ujar Menteri Dody Hanggodo memberikan kepastian saat memimpin media briefing di markas besar Kementerian PU, Jakarta Selatan, pada Jumat, 22 Mei 2026.

Menteri Dody Tolak Tradisi Cuci Tangan: "Kalau Proyek Mandek, Yang Bodoh Saya!"

Advertisement

Pernyataan tajam langsung meluncur dari sang menteri. Ia menolak keras menjadikan masalah hukum para oknum pejabat sebagai alasan rapuhnya pembangunan infrastruktur. Tanggung jawab penuh langsung ia ambil alih. Sebagai pemegang tongkat komando tertinggi, ia merasa wajib mengawal ketat setiap jengkal target agar tuntas tepat waktu tanpa ada alasan apa pun.

Dengan gaya komunikasi yang blak-blakan, Menteri Dody bahkan berani menyalahkan dirinya sendiri apabila proyek strategis nasional sampai terhenti. "Kalau Direktur, Dirjen, Kepala Balai, atau pejabat PPK tertangkap kena hukum lalu programnya macet, mandek, itu yang goblok, yang bodoh, yang salah adalah saya sebagai menterinya," tegasnya dengan penuh amarah terhadap kegagalan birokrasi.

Lebih lanjut, instruksi mutlak langsung diturunkan: program prioritas pemerintah wajib sukses dengan segala cara (at any cost). Tentu saja, pengerjaannya harus tetap berpegang teguh pada prinsip efektivitas dan efisiensi anggaran negara yang ketat.

Menteri Dody juga secara resmi mematahkan tradisi birokrasi usang yang kerap mengorbankan bawahan saat terjadi krisis. Ia berjanji akan melindungi bawahan yang jujur dan menyapu bersih atasan yang culas. "Itu kan komitmen saya, saya tidak mau lagi seperti kemarin-kemarin, hanya mengorbankan anak-anak kecil di bawah," sambungnya dengan nada tinggi.

Harapan raksasa kini ia letakkan di pundak generasi muda Kementerian PU. Mereka diwajibkan menjaga integritas baja karena akan menjadi tulang punggung pembangunan bangsa di masa depan. "Generasi muda PU harus menjadi tulang punggung kementerian di masa mendatang, wajib integritas mereka saya jaga dari hari ini. Eselon I ya harus saya dorong masuk, nggak ada Eselon I salah terus bilang 'itu anak buah saya yang ngerjain', nggak ada lagi cerita begitu," tandas Menteri Dody.

Terbongkarnya Modus Hitam Dwi Purwantoro: Peras BUMN Hingga Terima Mobil Mewah!

Ketegasan sang menteri jelas sangat beralasan. Beberapa waktu sebelumnya, tim penyidik Kejati Daerah Khusus Jakarta secara mengejutkan menetapkan Dwi Purwantoro, sang mantan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PU, sebagai tersangka utama. Skandal pusaran uang suap dan gratifikasi ini seketika meledak menjadi sorotan paling panas seantero negeri.

Dwi Purwantoro, yang sempat menikmati kursi empuk Dirjen SDA pada periode Juli 2025 hingga Januari 2026, diduga kuat telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk meraup kekayaan ilegal. Ia disinyalir kuat menerima guyuran dana segar mencapai Rp2 miliar ditambah dua unit kendaraan roda empat kelas wahid. Harta haram tersebut diduga menjadi pelicin bagi berbagai proyek kakap di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Daerah Khusus Jakarta, Dapot Dariarma, membongkar habis modus operandi sang mantan pejabat. Berdasarkan keterangannya di Jakarta pada Kamis, 21 Mei malam, tersangka diduga sengaja memeras, menerima suap, serta menampung gratifikasi. Korban aksinya meliputi sejumlah perusahaan pelat merah alias BUMN karya hingga pihak swasta pemenang tender mega proyek di Direktorat Jenderal SDA.

Advertisement

“Peranan tersangka DP selaku Direktur Jenderal Sumber Daya Air adalah melakukan pemerasan dan/atau menerima suap dan/atau gratifikasi berupa uang tunai sebesar lebih dari Rp2 miliar, serta mengantongi dua unit mobil mewah berupa Honda CRV dan Toyota Innova Zenix,” urai Dapot kepada awak media.

Sindikat Proyek Fiktif Rp16 Miliar Menyeret Dua Pejabat Penting Lainnya

Bagikan Artikel
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi