News . 24/05/2026, 10:31 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
"Kita pasti was-was dengan kondisi sekarang yang tidak pasti, nilai dolar naik dan situasi geopolitik dunia juga belum stabil," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Kalau perusahaan tidak sanggup bertahan, pasti yang paling besar merasakan dampaknya adalah buruh."
Oleh karena itu, Sarino mendorong para pengusaha untuk tidak hanya melihat PHK sebagai solusi satu-satunya.
Sarino menekankan bahwa banyak alternatif solusi efisiensi operasional yang bisa dibahas bersama.
Perundingan antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja menjadi kunci untuk menemukan jalan keluar yang saling menguntungkan.
Ia memberikan contoh konkret beberapa opsi yang dapat dipertimbangkan perusahaan.
Pertama, penyesuaian sistem pembayaran upah.
Kedua, kebijakan efisiensi lainnya yang tidak berdampak langsung pada hilangnya mata pencaharian.
Ketiga, manajemen bisa menjajaki opsi pengunduran diri secara sukarela bagi pekerja yang memang sudah siap untuk keluar dari perusahaan.
"Terkadang di dalam perusahaan itu ada juga yang memang sudah siap keluar," jelas Sarino.
"Yang seperti itu kan bisa jadi pertimbangan.
Kalau yang belum siap ya jangan dipaksakan.
Prinsipnya kita dari serikat tidak memaksakan kehendak, kita hanya minta komunikasi yang terbaik dalam mencari solusi," tandasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media